Breaking News:

Berita Semarang

20 Siswa dan Tenaga Pendidik di Kota Semarang Masih Jalani Isolasi, Dinkes: Tunggu Hasil Evaluasi

Sebanyak 20 siswa dan tenaga pendidik di Kota Semarang masih menjalani isolasi setelah dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Siswa di Kota Semarang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengungkapkan, masih ada 20 siswa dan tenaga pendidik di Kota Semarang yang menjalani isolasi akibat terpapar virus Covid-19. Saat ini, mereka tinggal menunggu hasil evaluasi.

Sebelumnya, ada 70 siswa dan tenaga pendidik di Kota Semarang diketahui positif Covid-19. Hasil ini diketahui setelah dilakukan tes acak.

"Yang sudah tidak sabar memilih periksa ke swasta, alhamdulillah negatif. Sebanyak 58 orang, CT value di atas 35. Kebetulan, kemarin, periksa di labkesda Provinsi."

"Setelah dilakukan pemeriksaan di awal, pasti beda. Apalagi, CT tinggi dan tidak ada keluhan. Makanya, penyembuhannya cepat," terang Hakam, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: 42 Siswa Positif Covid, PTM 20 Sekolah di Kota Semarang Dihentikan Sepekan

Baca juga: Ada Imunisasi MR dan DT, Dinkes Kota Semarang Prediksi Vaksinasi Covid Anak Baru Awal Tahun 2022

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 40 PKL di Sekitar Pasar Johar, Ngeyel Berjualan di Kawasan Steril

Baca juga: Taman Bubakan Semarang Berkonsep Instagramable Bakal Selesai Akhir Tahun

Terkait temuan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah, Hakam berharap, pemerintah pusat segera memberikan akses vaksinasi Covid-19 bagi anak usia sekolah.

Di sisi lain, temuan kasus di sekolah juga menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan untuk memperketat protoko kesehatan jika pembelajaran tatap muka (PTM) nanti dilaksanakan kembali.

Orangtua, kata dia, juga mempunyai peran penting untuk mencegah adanya kasus pada anak.

Pihaknya mendorong orangtua dan kontak erat di kelurga yang belum vaksin agar segera mengikuti vaksinasi.

"Kami sudah ada fasilitas dodok lawang, door to door sampai ke RW. Itu harus dimaksimalkan oleh warga. Kalau tidak bisa pergi ke puskesmas, silakan datang ke RW jika pas ada vaksinasi," paparnya.

Menurutnya, upaya vaksinasi, testing, dan edukasi protokol kesehatan akan terus dilakukan agar Kota Semarang tetap berada di PPKM Level 1.

Jika ditemukan warga yang terkonfirmasi positif, diharapkan dapat langsung dilakukan lokalisit agar tidak menyebar. (*)

Baca juga: Dikonfirmasi Polisi, Artis Vanessa Angel dan Suami Tewas dalam Kecelakaan di Tol Nganjuk

Baca juga: KPK Panggil Lagi Saksi, Telusuri Permintaan Fee Proyek Pengadaan Barang dan Jasa di Banjarnegara

Baca juga: Wabup Purbalingga Ingatkan Kontraktor Pembangunan Puskesmas Rembang, Proyek Terlambat dari Target

Baca juga: Dapat Bantuan 7.500 Masker dari Andy F Noya, Pemkab Banyumas: Kami Segera Distribusikan ke Warga

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved