Breaking News:

Berita Semarang

42 Siswa Positif Covid, PTM 20 Sekolah di Kota Semarang Dihentikan Sepekan

Pembelajaran tatap muka (PTM) di 20 sekolah di Kota Semarang dihentikan sementara waktu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang meninjau uji coba pembelajaran tatap muka, beberapa bulan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) di 20 sekolah di Kota Semarang dihentikan sementara waktu.

Penghentian PTM sementara dilakukan selama sepekan, mulai 1-6 November.

Informasi tersebut disampaikan pihak sekolah kepada wali siswa melalui grup WhatsApp.

Kegiatan belajar mengajar sementara kembali melalui daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri membenarkan informasi tersebut.

"Kami hentikan sementara karena ada yang positif. Sambil menunggu tracing, kami daring dulu," terang Gunawan, Senin (1/11/2021).

Baca juga: 12 Sekolah Negeri di Kota Semarang Belum Gelar PTM, Terganjal Restu Orangtua

Baca juga: Banyak Tempat Usaha Langgar Jam Malam PPKM Level 1, Satpol PP Kota Semarang Terjunkan Intel

Baca juga: Namanya Jack, Disabilitas Tuna Daksa Bermultitalenta Asal Semarang, Baginya Belajar Suatu Keharusan

Baca juga: Resa Lempar Bola Tenis ke dalam Lapas Semarang, Setelah Dicek Petugas Isinya Sabu, Begini Ceritanya

Gunawan menyebutkan, ada 20 sekolah yang mengalami penghentian sementara PTM.

Hal itu lantaran ditemukan kasus usai adanya skrining deteksi Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Sebanyak 20 sekolah tersebut terdiri dari jenjang SMA, SMP, dan SD.

Informasi yang beredar, ditemukan 42 kasus dari 20 sekolah itu.

Temuan di masing-masing sekolah, rata-rata satu kasus.

Kini, tracing atau penelusuran terhadap kontak erat sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mencegah penyebaran agar tidak meluas.

"Yang terkonfirmasi kemarin siswa. Satu sekolah ada yang ditemukan satu kasus, ada yang dua."

"Makanya, sementara, kami daring sambil nunggu hasil tracing. Mudah-mudahan, hasilnya negatif dan tidak ada klaster sekolah," katanya. (*)

Baca juga: Polda Jateng Asistensi Penanganan Kasus Diklat Maut Menwa UNS. Polisi Segera Panggil Saksi Ahli

Baca juga: Rumah Petani di Demak Ambruk, Rata dengan Tanah akibat Diguyur Hujan Deras Semalaman

Baca juga: Warga Tawangmangu Karanganyar Rasakan Gempa, Belum Ada Laporan Kerusakan

Baca juga: Terseret Skandal Pengaturan Skor Perserang di Liga 2, Persekat Tegal: Kami Pastikan Tidak Terlibat

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved