Breaking News:

Berita Semarang

Ada Imunisasi MR dan DT, Dinkes Kota Semarang Prediksi Vaksinasi Covid Anak Baru Awal Tahun 2022

Kepala Dinkes Kota Semarang Moh Abdul Hakam memperkirakan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun baru bisa dilaksanakan awal 2022.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Moh Abdul Hakam memperkirakan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun baru bisa dilaksanakan awal 2022.

Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis atau aturan dari Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi bagi anak tersebut.

Hakam mengatakan, saat ini, anak-anak usia 6-11 tahun itu juga tengah mengikuti Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang terdiri dari imunisasi Measles Rubella (MR) dan Imunisasi Difteri Tetanus (DT).

Menurutnya, perlu ada jarak pemberian imunisasi pada anak, setidaknya satu bulan.

"Pekan ini, MR selesai. Nanti, akhir November, gantian imunisasi DT. Misal, juknis vaksin Covid-19 untuk anak sudah keluar, mudah-mudahan, akhir Desember atau awal Januari bisa dilakukan," jelasnya, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Kabar Baik! BPOM Izinkan Vaksin Sinovac Diberikan Kepada Anak Umur 6-11 Tahun

Baca juga: Amerika Bakal Vaksinasi Anak Umur 5-11 untuk Cegah Covid-19, Gunakan Vaksin Pfizer

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 40 PKL di Sekitar Pasar Johar, Ngeyel Berjualan di Kawasan Steril

Baca juga: Taman Bubakan Semarang Berkonsep Instagramable Bakal Selesai Akhir Tahun

Selain menunggu petunjuk teknis untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun, lanjut Hakam, logistik vaksin juga masih harus menunggu dari Pemerintah Pusat.

Saat ini, stok vaksin Sinovac di Kota Semarang hanya diperuntukkan untuk vaksinasi dosis kedua (V2).

Pada November-Desember, stok vaksin paling banyak didominasi Astrazeneca dan Pfizer.

Sedangkan, izin darurat vaksinasi anak usia 6-11 tahun dari BPOM menggunakan vaksin Sinovac.

"Sinovac harus menunggu logistik datang dari pusat," katanya.

Dinkes kini tengah berkomunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mendapatkan data warga yang berusia 6-11 tahun.

Data tersebut nantinya digunakan untuk mengetahui kebutuhan logistik vaksin bagi anak-anak.

Di sisi lain, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Kami akan bermain dengan teman-teman di sekolah karena vaksinasinya akan dilakukan di sekolah," paparnya. (*)

Baca juga: Curiga Lihat Sandal dan Motor, Warga Jepara Temukan Dua Pekerja Tewas di Sumur

Baca juga: Persekat Tegal Layangkan Surat ke PSSI, Protes Kepemimpinan Wasit Hulman Simangunsong

Baca juga: Rumah di Babakan Purbalingga Terbakar Dini Hari, Diduga Sengaja Dibakar Pemilik

Baca juga: Nakes Puskesmas Ajibarang Banyumas Lakukan Trik Sulap, Hibur Pelajar agar Tak Tegang saat Divaksin

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved