Berita Daerah
Jenazah TKW Asal Blitar Terkatung-katung di Taiwan, 1,5 Bulan Belum Bisa Dipulangkan
Jenazah Suprihatin yang meninggal sejak 1,5 bulan lalu masih terkatung-katung di negara rantau dan belum bisa dipulangkan ke kampung halaman.
Gangguan kesehatan itu baru dialami setelah bekerja di Taiwan.
Sebulan kemudian, kondisi kesehatan Suprigatin kian menurun hingga dilarikan ke rumah sakit.
Suprihatin pun sudah keluar dari pekerjaannya dan berada di bawah tanggung jawab pihak agensi.
Meski tidak begitu yakin dengan kebenaran masalah asuransi dan lainnya, Sumanto mengaku pasrah.
Baginya, yang terpenting adalah jenazah sang istri dapat segera dikuburkan di desa.
Sumanto menuturkan, dirinya pernah diminta mengisi formulir yang intinya berisi permohonan bantuan dana ke pihak perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di Taiwan.
Formulir itu sudah dia isi dan diserahkan ke agensi.
"Saya juga tidak tahu pasti apakah gaji istri saya sudah dibayarkan semua tapi yang paling penting, jenazahnya dapat segera kami kuburkan di sini," ujar Sumanto.
Baca juga: Waduh! 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa
Baca juga: Januari-Oktober 2021 Terjadi 19 Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Ini Sikap PT KAI Daop 5 Purwokerto
Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 40 PKL di Sekitar Pasar Johar, Ngeyel Berjualan di Kawasan Steril
Baca juga: Delapan Pencuri Kendaraan di Banjarnegara Debekuk, Beraksi Gunakan Kunci Duplikat
Sebelumnya, Mujianto mengatakan, selama kurun waktu 10 bulan hingga Oktober 2021, terdapat 43 pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Blitar karena beragam sebab.
Namun, 11 di antaranya karena meninggal dunia di negara tempat mereka bekerja.
Di antara 11 kasus kematian itu, ada satu kasus jenazah TKI atas nama Suprihatin yang belum dapat dikirim ke Indonesia.
Kabupaten Blitar adalah pemasok TKI terbesar di Jawa Timur setelah Ponorogo dan Banyuwangi.
Sebelum pandemi, setidaknya 5.000 warga Blitar berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
Namun, lembaga pemantau isu buruh migran seperti Migrant Care menyebutkan, jumlah itu bisa dua kali lipat dari angka resmi.
Mayoritas dari TKI adalah kaum perempuan yang bekerja di sektor informal yaitu sebagai pembantu rumah tangga. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah TKW Terkatung-katung 1,5 Bulan di Taiwan, Anak Kerap Menangis Tengah Malam".