Breaking News:

Berita Semarang

Banyak Tempat Usaha Langgar Jam Malam PPKM Level 1, Satpol PP Kota Semarang Terjunkan Intel

Satpol PP Kota Semarang menyebar intel untuk mengawasi tempat usaha yang melanggar PPKM Level 1.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
Dok Satpol PP Kota Semarang
Anggota Satpol PP Kota Semarang melakukan operasi yustisi penegakan aturan PPKM Level 1, Minggu (31/10/2021) dini hari. Petugas menyegel lima tempat usaha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang menyebar intel untuk mengawasi tempat usaha yang melanggar PPKM Level 1. Hal ini menyusul adanya tempat hiburan yang telah disegel beberapa waktu lalu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, para intel ini bakal mengawasi jam operasional tempat usaha yang dibatasi hingga pukul 24.00 WIB.

Dia memastikan, tak akan tebang pilih dalam penertiban. Baik usaha kecil maupun besar, bakal disegel jika melanggar aturan PPKM Level 1.

"Kami akan hadir tak terduga. Ini level 1, kami harus tegas. Intel kami sebar untuk memantau mana saja yang melanggar. Level 1 tidak boleh main-main. Kalau (kasus Covid-19) sampai naik lagi, repot," jelas Fajar.

Baca juga: Langgar Jam Operasional saat PPKM Level 1, Dua Tempat Nongkrong di Kota Semarang Disegel 1 Bulan

Baca juga: Resa Lempar Bola Tenis ke dalam Lapas Semarang, Setelah Dicek Petugas Isinya Sabu, Begini Ceritanya

Baca juga: 12 Sekolah Negeri di Kota Semarang Belum Gelar PTM, Terganjal Restu Orangtua

Baca juga: Namanya Jack, Disabilitas Tuna Daksa Bermultitalenta Asal Semarang, Baginya Belajar Suatu Keharusan

Pada Minggu (31/10/2021) dini hari, petugas Satpol PP melakukam yustisi ke sejumlah titik.

Lima tempat usaha pun disegel lantaran melanggar jam operasional yaitu Warmindo Pleret di Jalan Basudewo, Warmindo Ismaya di Jalan Gedongbatu Utara, Koma Caffe di Jalan Jenderal Sudirman, Warung Seblak Teh Erna di Semarang Barat, dan Warung Kopi Klotok di Semarang Barat.

Lima tempat usaha tersebut tidak boleh beroperasi sementara waktu.

Mereka boleh beroperasi kembali jika telah mengurus surat pernyataan untuk tidak melanggar hal serupa.

Jika melanggar lagi, pihaknya tak segan melimpahkan perkara itu ke Polrestabes Semarang agar diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Jangan menyepelekan. Kasihan Pak Wali sudah maksimal tapi warganya tidak tertib," katanya.

Saat ini, lanjut Fajar, petugas masih fokus penertiban tempat usaha kuliner. Pekan depan, tempat hiburan yang melanggat bakal disasar.

Dia memastikan, penertiban tidak akan bocor. Pihaknya bakal mengantisipasi adanya karaoke yang terlihat sudah sepi di luar namun ternyata masih ramai di dalam. Hal tersebut seringkali terjadi.

"Jangan sampai, di depan pura-pura tutup tapi di dalam ramai. Maka, kami sebar intel untuk memantau," ujarnya. (*)

Baca juga: PHRI Banyumas Kecewa Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Khawatir Okupansi Anjlok Lagi

Baca juga: Target Rampung Pekan Depan, BPBD Karanganyar Pasang EWS di Jatirejo dan Gondang Gentong

Baca juga: Warga Dibuat Bingung Status Jalan di Desa Karangduwur Kebumen, Swadaya Perbaiki yang Berlubang

Baca juga: Lagi Viral di Pati, Bocah SD Kelas V Tendang Punggung Neneknya, Bakal Ada Mediasi Bersama Orangtua

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved