Breaking News:

Berita Banyumas

PHRI Banyumas Kecewa Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Khawatir Okupansi Anjlok Lagi

Peniadaan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun ini membuat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyumas kecewa.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Hotel Rosenda Baturraden sempat dialihfungsikan sebagai RS Darurat Covid-19, Juni 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Peniadaan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun ini membuat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyumas kecewa.

Mereka khawatir, kebijakan ini membuat bisnis sektor perhotelan dan restoran yang mulai membaik kembali terpuruk.

Ketua PHRI Kabupaten Banyumas Iriyanto mengatakan, perekonomian mulai membaik seiring pelonggaran berbagai sektor setelah Banyumas turun level menjadi level 2 pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sayang, di tengah geliat itu, muncul larangan libur saat Nataru.

Baca juga: Longsor Kecil Mulai Terjadi, BPBD Banyumas Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Baca juga: Ada Potensi di Timur Tengah, Pengusaha Jamu Banyumas Raya Didorong Lakukan Ekspor

Baca juga: Selamat! Desa Cikakak Banyumas Dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik di Jawa Tengah

Baca juga: Tanggul Sungai Angin Jebol, Wilayah Sumpiuh Banyumas Banjir. Warga Masih Bertahan di Rumah

Padahal, libur Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu pelaku usaha hotel dan restoran karena akan meningkatkan okupansi pengunjung.

"Kami mementingkan karyawan, sebenarnya. Dengan adanya keputusan tersebut (peniadaan cuti bersama Nataru), tidak seperti yang diharapkan oleh para pelaku usaha hotel dan restoran."

"Padahal, selama ini, kami selalu menerapkan protokol kesehatan. Seharusnya, tidak ada larangan seperti itu dan berharap masih tetap ada liburan," keluh Iriyanto kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (31/10/2021).

Dia memprediksi, kebijakan tersebut akan menurunkan pendapatan hingga 50 persen dibandingkan libur Nataru tahun lalu.

Sehingga, Iriyanto berharap, pemerintah mencabut keputusan tersebut.

Baginya, saat ini, yang terpenting adalah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sekarang ini, masyarakat sudah pada divaksin," tegasnya.

Baca juga: Hasil SKD CPNS Karanganyar Sudah Diumumkan, Jadwal SKB Digelar Pertengahan November di UNS Solo

Baca juga: Dieng Culture Festival Dimulai Besok Minggu, Tradisi Potong Rambut Gimbal Senin 1 November 2021

Baca juga: Boy Tak Sadar Aksinya Diketahui Warga, Anak Punk Curi Motor Karyawan Warung Mie Ayam di Kebumen

Baca juga: Selamat, Dua Tradisi Warga Tawangmangu Karanganyar Ditetapkan Sebagai WBTB Nasional 2021

PHRI Banyumas beranggotakan 182 pengusaha, baik restauran maupun hotel.

Mereka tengah berjuang memulihkan perekonomian setelah menghadapi PPKM Level 3 dan 4.

"Kami ramai paling saat weekend. Jadi, saya pikir, dipertimbangkan terkait aturan itu (peniadaan cuti bersama Nataru)," harapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved