Berita Banyumas
Mulai Langka, Tanaman Kantong Semar Gunung Slamet Kini Dibudidayakan di Greenhouse di Banyumas
Berawal dari langkanya kantong semar (Nepenthes adrianii) tanaman endemik Gunung Slamet, pegiat lingkungan di Banyumas tergerak membudidayakan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Keberadaan kantong semar (Nepenthes adrianii) tanaman endemik Gunung Slamet, kini mulai langka.
Atas dasar itulah, para pegiat lingkungan bersama mahasiswa pecinta alam di Banyumas membudidayakan untuk kemudian dikembalikan ke habitat alam.
Budi daya tanaman tersebut dilakukan di sebuah Greenhouse, di Baturraden.
"Gerakan ini diinisiasi teman-teman dari mahasiswa pecinta alam. Tahapan pertama kemarin mencoba mengidentifikasi."
"Lalu, kami selamatkan kantong semar endemik Gunung Slamet," kata Pegiat Lingkungan, Agus Triono, kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (20/10/2021).
Baca juga: Digembleng Dua Hari, Anggota PGRI Banyumas Dilatih Senam Kesehatan dan Kebugaran
Baca juga: Karyawan CV di Baturraden Banyumas Diciduk Polisi, Diduga Gelapkan Uang Rp 189 Juta
Baca juga: Niat Kencan di Hotel, Pemuda Asal Patikraja Banyumas Malah Jadi Korban Pemerasan dan Penganiayaan
Baca juga: Sambut Hari Santri, SD NU Master Sokaraja Banyumas Bagikan 250 Paket Sambako
Ia mengatakan, populasi tanaman ini sudah jauh berkurang.
Nantinya, setalah dilakukan pembudidayaan di greenhouse Baturraden Adventure Forest (BAF), tanaman kantong semar yang diperbanyak itu akan dikembalikan lagi ke hutan.
Terkait upaya pelestarian kantong semar ini, Agus dkk juga telah bertemu dengan pemerintah daerah terkait kemungkinan melakukan kegiatan bersama.
Menurutnya, edukasi terkait pentingnya penyelamatan tanaman kantong semar juga harus dilakukan.
Agus mengatakan, tanaman pemakan serangga ini merupakan tanaman yang hanya bisa hidup di dataran tinggi atau suhu dingin.
Itu sebabnya, dia tak menyarankan upaya koleksi kantong semar sebagai tanaman hias atau pajangan di rumah.
"Maka, kami selamatkan di greenhouse di BAF. Kita tangkar di sini. Beberapa tanaman sudah siap dikembalikan."
"Data terakhir, tidak lebih dari 100 tanaman kantong semar karena itu budidayanya susah."
"Kendalanya, karena suhu harus sesuai 1000-1500 mdpl, dengan tingkat keteduhan yang pas," katanya.
Baca juga: Tabrak Tiang Telepon di Tlogosari Kota Semarang, Pengemudi Ojek Online Tewas di Lokasi
Baca juga: Baru Main 2 Menit, Ginting Memutuskan Mundur dari Denmark Open 2021. Alami Sakit di Pinggang
Baca juga: Tiga Remaja Kabur Dihampiri Anggota Patroli Polres Purbalingga, Ternyata sedang Asyik Pesta Tuak
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 21 Oktober 2021: Rp 1.841.000 Per 2 Gram
Ia mengakui, ada oknum yang memperjualbelikan tanaman kantong semar ini.
Di Purwokerto, penjualan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
"Ini nanti akan diperkenalkan ke banyak orang bahwa (kantong semar) ini sudah langka dan termasuk yang dilindungi," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)