Sabtu, 25 April 2026

Penanganan Corona

Disdik Kota Semarang Minta Kelonggaran PTM Terbatas, Pertimbangan Capaian Vaksinasi Saat Ini

Disdik Kota Semarang menyampaikan, kelonggaran yang diharapkan misalnya ada tambahan jam pelajaran atau tambahan jadwal masuk siswa.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Disdik Kota Semarang berharap ada kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) dari Pemerintah Pusat.

Hal ini seiring vaksinasi pelajar di Semarang sudah hampir mencapai 100 persen.

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, kelonggaran yang diharapkan misalnya ada tambahan jam pelajaran atau tambahan jadwal masuk siswa.

Baca juga: Muncul Dugaan Jual Beli Lapak Pasar Johar Semarang, Hendi: Silakan Pedagang Bisa Lapor Polisi

Baca juga: Mulai Pekan Ini, ASN Pemkot Semarang Ngantor Lagi, Hendi: Sudah Berlaku 100 Persen

Baca juga: Kota Semarang Berstatus PPKM Level 1, Ini Aturan Terbaru Terkait Jam Operasional Mal dan Kafe

Baca juga: Kepala DPU Kota Semarang Geram, 6 Pohon Pule di Pinggir Jalan Mati Diduga Sengaja Disiram Solar

Saat ini, PTM berlangsung empat jam pelajaran.

Siswa masuk dua hari dalam sepekan.

Semua jenjang kelas saat ini juga telah mengikuti PTM dengan pembatasan 50 persen.

Hanya ada beberapa sekolah swasta yang belum menerapkan PTM untuk seluruh jenjang kelas.

"Harapan kami ada kelonggaran lagi, entah tambahan jam pelajaran atau hari," papar Gunawan kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/10/2021).

Harapan tersebut, sambung dia, tak lepas dari capaian vaksinasi pelajar di Kota Semarang yang hampir selesai.

Vaksinasi pelajar usia di atas 12 tahun sudah hampir menyentuh angka 100 persen.

Adapun dosis pertama sudah 100 persen, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Diakuinya, ada beberapa siswa yang belum divaksin lantaran memiliki penyakit atau tensi tinggi saat dilakukan skrining.

Namun demikian, persentasenya sangat kecil yakni di bawah satu persen dari total 156 ribu pelajar.

"Persentase siswa yang belum vaksin sangat kecil, hanya nol koma sekian dari total 156 ribu siswa, baik negeri maupun swasta," sebutnya.

Sementara, lanjut dia, siswa SD hingga saat ini memang belum dikakukan vaksinasi karena belum masuk usia 12 tahun. 

Meski belum diperbolehkan vaksin, dia memastikan PTM di SD bisa berjalan lancar sesuai aturan pembatasan.

Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci berlangsungnya PTM.

"SD belum divaksin."

"Pada prinsipnya kami uji coba PTM 1 dan 2 beberapa waktu lalu belum ada yang divaksin."

"Kuncinya, menerpakan prokes ketat, jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di sekolah," terangnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Data Terkini di Karanganyar - Capaian Vaksin Booster Nakes Sudah Capai 80 Persen

Baca juga: Semua Sekolah di Karanganyar Sudah Gelar PTM Terbatas, Disdikbud: Kalau Sakit Tidak Usah Berangkat

Baca juga: Jelang Hari Santri, Ponpes di Kebumen Terima Ribuan Perlengkapan Prokes dari Pemkab

Baca juga: Pembajak Sawah Tersambar Petir, Korban Warga Desa Jatirata Kebumen, Begini Kronologisnya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved