Berita Pendidikan Hari Ini

Semua Sekolah di Karanganyar Sudah Gelar PTM Terbatas, Disdikbud: Kalau Sakit Tidak Usah Berangkat

Juliyatmono mengatakan, belum berencana menambah kapasitas peserta didik yang mengikuti PTM dari semula 50 persen setiap rombongan belajar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Aktivitas pembelajaran terbatas di SMP Negeri 5 Karanganyar, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Disdikbud Kabupaten Karanganyar meminta kepada peserta didik tidak memaksakan diri mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) apabila sedang tidak enak badan.

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Nurini Retno Hartati menyampaikan, saat ini semua sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Karanganyar telah menggelar PTM terbatas.

Meski begitu, jumlah siswa yang mengikuti PTM masih terbatas yakni 50 persen dari kapasitas kelas.

Baca juga: Minibus Asal Demak Kecelakaan di Karanganyar, Terjun Bebas Sedalam Tujuh Meter, Lima Luka Ringan

Baca juga: Nggak Ada Hujan Tahu-tahu Angin Kencang, 15 Rumah Rusak, Puting Beliung di Karanganyar

Baca juga: Wacana Ganjil Genap di Kawasan Wisata Karanganyar, Bupati Berpendapat Tidak Mungkin Diterapkan

Baca juga: Cobalah Sensasi Menginap di Tengah Hutan, Kunjungi Saja New Sekipan Tawangmangu Karanganyar

Guna mengantisipasi adanya kluster peserta didik, dinas meminta kepada orangtua murid harus lebih mengawasi anaknya.

Apabila siswa merasa kurang enak badan tidak perlu dipaksakan mengikuti PTM.

"Orangtua kan lebih dekat dengan anaknya."

"Kalau tidak enak badan, tidak usah masuk sekolah terlebih dahulu," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/10/2021).

Apabila muncul kluster peserta didik di satu sekolah, lanjutnya, sesuai aturan PTM dihentikan sementara waktu.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, belum berencana menambah kapasitas peserta didik yang mengikuti PTM dari semula 50 persen setiap rombongan belajar.

Dia memilih mempertahankan pelaksanaan PTM terbatas dengan kapasitas awal supaya pembelajaran dapat terus berkelanjutan terlebih dahulu.

"Lihat perkembangan kurun waktu tertentu, misal akhir Oktober 2021 seperti apa."

"Kalau dua minggu berturut-turut nol (kasus aktif positif Covid-19), berarti oke kan," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/10/2021).

Yuli sapaan akrabnya mengungkapkan, belum menerima laporan yang mengkhawatirkan terkait pelaksanaan PTM terbatas hingga saat ini. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Oknum Penasihat Hukum di Purwokerto Positif Sabu, Terjaring saat Razia BNNK Banyumas di Tempat Kos

Baca juga: Dukung Budidaya Kapulaga di Panusupan Banyumas, Pemprov dan BPR BKK Purwokerto Beri 8000 Pohon

Baca juga: Raih Medali Emas di PON Papua, Atlet Panjat Tebing Purbalingga Terima Bonus dari Bupati

Baca juga: Tak Lama Lagi, Rapid Tes Antigen untuk Syarat Penerbangan Bisa Dilakukan di Bandara JBS Purbalingga

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved