Berita Jawa Tengah

Bendung Sungai Blorong Selesai Desember 2021, Bupati Kendal: Air Bakunya Bakal Dikelola BUMD

Dico berharap dalam pengelolaannya dapat dihibahkan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) yakni PDAM Tirto Panguripan Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Sejumlah alat berat dikerahkan dalam pembangunan Bendung Karet Sungai Blorong Kabupaten Kendal, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Capaian pembangunan infrastruktur penunjang ketersediaan air baku dari Sungai Blorong Kendal mencapai 85 persen.

Meliputi pembangunan bendung karet di wilayah Kecamatan Brangsong, dan pembangunan instalasi pipa menuju kawasan industri Kendal (KIK).

Capaian itu mempertegas rencana Pemkab Kendal dalam menyediakan suplai air baku untuk perusahaan-perusahaan di KIK. 

Baca juga: Sepeda Lokal Asal Kendal Diekspor ke Lima Negara, Nilainya Capai 2,8 Juta USD

Baca juga: Diusulkan Tambah 291 Sekolah, Disdikbud Kendal: PTM Terbatas Lancar Tanpa Muncul Klaster Baru

Baca juga: Persiapan Datangnya Musim Hujan, Pemkab Kendal Kebut Pembangunan Tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji

Baca juga: Jatuh Tersungkur dari Motor setelah Tabrak Kerbau yang Menyeberang, Warga Batang Tewas di Kendal

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, capaian pembangunan saat ini diharapkan suplai air baku bisa dilakukan pada akhir 2021. 

Dico berharap dalam pengelolaannya dapat dihibahkan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) yakni Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Panguripan Kendal.

"Tentu ini perlu komunikasi lebih lanjut antara PDAM provinsi dengan Kabupaten Kendal," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (14/10/2021).

Harapan Bupati sudah disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana beberapa hari lalu.

Dico juga berharap, pembangunan infrastruktur sumber daya alam ini mempunya nilai seni tambahan untuk mendongkrak potensi destinasi wisata.

Sehingga, bendung karet yang dibangunan dengan menelan anggaran ratusan miliar Rupiah ini bisa memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha.

Dengan cara membangun spot-spot wisata yang bisa dikunjungi masyarakat untuk menikmati pemandangan alam di sekitar bendungan. 

"Rencana akan dibangun landmark di samping lokasi bendung."

"Bisa diintegrasikan dengan wisata danau atau sport tourism seperti dayung atau canoe," tuturnya. 

Dengan konsep ini, Dico optimis akan memberikan dampak positif yang panjang untuk masyarakat sekitar.

Khususnya dalam hal peningkatan roda perekonomian penduduk. 

"Jadi nanti tidak hanya sebagai bentuk penanganan banjir, tetapi juga sebagai DTW baru untuk mendorong UMKM sekitar," harapnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sugiono menambahkan, pembangunan bendung karet dan infrastruktur penunjang suplai air baku ditarget selesai pada Desember 2021. 

Selain itu, sejumlah pembangunan pendukung seperti pemasangan tiang pancang sebagai penguat tanggul mulai dikerjakan di beberapa titik Sungai Blorong.

Dengan harapan bisa meminimalisir potensi terjadinya banjir yang disebabkan tanggul tidak bisa menahan derasnya arus sungai saat puncak musim hujan tiba.

"Ditarget Desember ini sudah selesai dan segera bisa digunakan," terangnya. (*)

Baca juga: Desa Tegalpingen dan Tumanggal Terhubung Jalan Baru, TMMD Tahap III 2021 Purbalingga Resmi Ditutup

Baca juga: Warga Cibangkong Banyumas Ditangkap Anggota Polres Purbalingga, Ada Sabu 0,5 Gram di Kamar Kos

Baca juga: Harga Minyak Goreng Bikin Pedagang Banjarnegara Menjerit, Satu Karton Capai Rp 190 Ribu

Baca juga: Ini Saran Plh Bupati Banjarnegara Bagi PNS Purna Tugas, Biar Tidak Terjangkit Post Power Syndrome

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved