Minggu, 3 Mei 2026

Penanganan Corona

Mengapa Semarang Belum Nol Kasus Covid-19? Ini Penjelasan Moh Abdul Hakam

Pekan ketiga, DKK Semarang melakukan random sampling ke perkantoran untuk meminimalisir penularan di tempat kerja.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala DKK Semarang, Moh Abdul Hakam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang masih ada.

Kasus aktif belum kunjung menuju zero.

Hingga Rabu (13/10/2021) sore, Covid-19 aktif di Kota Lunpia ada 23 kasus.

Rinciannya, 13 kasus merupakan warga Semarang dan 10 kasus warga luar kota.

Baca juga: Tak Perlu ke Semarang, Warga Kudus Bisa Urus Paspor di Disdukcapil. Sebulan Hanya Dibuka Dua Hari

Baca juga: Dampak Pengecoran, Jalan Pantura Semarang di Mangkang Macet hingga 10 Km. Sopir: Jadi Boros Solar

Baca juga: Dipicu Saling Pandang, Pemuda Kampung Sawah dan Karyawan Distributor Adu Jotos di Kalimas Semarang

Baca juga: Wali Kota Semarang Hendi Sedih, Pengerjaan Jembatan Kaca Tinjomoyo Mleset dari Jadwal

Kepala DKK Semarang, Moh Abdul Hakam menjelaskan alasan mengapa Kota Semarang belum kunjung menuju zero kasus.

Menurutnya, DKK terus random sampling melakukan testing deteksi Covid-19 ke sejumlah tempat.

Hal ini guna mengantisipasi terjadinya penyebaran yang meluas.

"Mengapa tidak jadi nol-nol?"

"Kami random sampling terus," kata Hakam kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/10/2021).

Hampir setiap hari, sambung Hakam, petugas melakukan random sampling.

Pekan pertama, dinas menyasar ke sekolah-sekolah.

Upaya ini mengantisipasi terjadinya klaster pada pembelajaran tatap muka.

Pekan kedua, pasar baik modern maupun tradisional juga tak luput dari perhatian.

Hal itu mengingat saat ini aktivitas masyarakat sudah kembali.

Pusat perbelanjaan kini sudah beroperasi.

Pekan ketiga, dinas melakukan random sampling ke perkantoran untuk meminimalisir penularan di tempat kerja.

Sedangkan, sasaran pada pekan keempat yakni tempat-tempat umum dan pariwisata.

Dalam sepekan, pihaknya melakukan random sampling sekira 17 ribu orang.

"Bulan kemarin kami hampir setiap hari di angka 3.800."

"Sehingga, sepekan yang dilakukan teman-teman sampai 17-20 ribu," sebut Hakam. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Optimalkan PAD Karanganyar, Waktunya Masifkan Digitalisasi Transaksi Keuangan, Ini Caranya

Baca juga: 2.523 Ibu Hamil di Karanganyar Sudah Divaksin Covid, Belum Ada Keluhan KIPI

Baca juga: Polres dan Pemkab Kebumen Tanam Mangrove di Pantai Logending, Upaya Mageri Segoro Tak Masuk Daratan

Baca juga: ASN di Kebumen Terima Kenaikan Pangkat, Bupati: Saya Tak Menerima Uang Sepeser Pun

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved