Berita Tegal

Sindikat Jual BBM Bersubsidi Ilegal di Pelabuhan Tegal Dibongkar, Pakai Mobil Mirip Milik Kantor Pos

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri membongkar dan meringkus sindikat penyelewengan jual beli BBM solar bersubsidi di Jawa Tengah.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Yasin Kosasi menunjukkan mobil boks yang dibuat seperti mobil boks Kantor Pos dan digunakan dalam kejahatan jual beli bbm subsidi ilegal, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri membongkar dan meringkus sindikat penyelewengan jual beli BBM solar bersubsidi di Jawa Tengah. BBM tersebut dibeli secara ilegal di SPBU.

Modusnya, para pelaku mengelabuhi petugas dengan menggunakan kendaraan yang sudah dimofidikasi.

Mereka menempatkan tanki besi di dalam truk tertutup sebagai tempat penampungan.

Kemudian, BBM bersubsidi tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi kepada nelayan di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal.

Ada dua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Baca juga: Basri Harus Jalani 7 Bulan Penjara, Inilah Babak Akhir Kasus Pencemaran Nama Baik Kodim Tegal

Baca juga: Rekomendasi DPRD Kota Tegal - Hentikan Sementara Proyek Kawasan City Walk, Harus Ada Studi Dahulu

Baca juga: KA Kaligung Dibanjiri Penumpang, Relasi Tegal-Semarang, Syarat Cukup Tunjukkan Bukti Vaksin

Baca juga: Pantai Pulo Kodok Tegal Mulai Dipadati Pengunjung, Hanya 15 Menit dari Pusat Kota

Pertama, pelaku berinisial AI, selaku Kepala Cabang PT Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas Semarang dan HH selaku staf di bagian operasional.

Potensi kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai angka Rp 50 miliar.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Yasin Kosasi mengatakan, kejahatan ini terungkap dari informasi adanya penyalahgunaan BBM solar bersubsidi di lingkungan Pelabuhan Jongor, Kota Tegal.

BBM ilegal tersebut diperjualbelikan PT Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas Semarang.

Setelah ditelusuri, BBM solar bersubsidi tersebut berasal dari gudang di Bergaskidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Mereka menimbun dan membeli BBM solar bersubsidi dengan mengelabui petugas SPBU.

Kemudian, menjual kepada nelayan menggunakan harga yang lebih tinggi.

"Jadi, mereka beli BBM dengan harga Rp 5.000 per liter. Untuk dilanjutkan penjualannya kepada konsumen industri dengan harga rata-rata Rp 7.500 per liter," katanya dalam konferensi pers di eks Depo Pertamina Tegal, Kamis (7/10/2021).

Brigjen Yasin menjelaskan, modus operandi tersangka yaitu mengelabuhi petugas SPBU dengan kendaraan yang sudah dimodifikasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved