Breaking News:

Berita Karanganyar

Masih Dibahas! Sistem Ganjil Genap Bakal Diterapkan di Tawangmangu Karanganyar

Polres Karanganyar mempertimbangkan penerapan ganjil genap di kawasan wisata Tawangmangu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Situasi arus lalu lintas di kawasan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar mempertimbangkan penerapan ganjil genap di kawasan wisata Tawangmangu.

Pembahasan terkait kebijakan ini masih dilakukan sebagai tindak lanjut dari terbitnya Inbup Nomor 180/38 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level 2 Corona Disease 2019.

Pada poin K tentang fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya, tertuang aturan penerapan ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata, mulai Jumat pukul 12.00 WIB sampai Minggu pukul 18.00 WIB.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko menyampaikan, pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan lintas sektoral terkait penerapan ganjil genap ini.

"Ini baru wacana. Akan dikomunikasikan dengan pihak terkait," katanya saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Hari Ini Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu Sudah Dibuka, Tidak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Tetap Diterapkan Tiap Akhir Pekan, Khususnya di Tawangmangu Karanganyar

Baca juga: Peternak Ayam di Karanganyar Mulai Terima Bantuan Jagung dari Presiden, Diberi Harga Rp 4.500/Kg

Baca juga: Apa Kabar Voucher Rp 500 Ribu HUT Karanganyar? Sudah Memasuki Hari Kelima, Diskominfo: Belum Ada

Dia menuturkan, penerapan ganjil genap kemungkinkan akan difokuskan di Tawangmangu.

Kendati demikian, prosesnya masih panjang karena harus berkoordinasi dengan pihak terkait, perlunya melakukan sosialisasi, dan lainnya.

"Soal ini, keputusan bersama, bukan keputusan kita saja," ucapnya.

Sementara, menanggapi adanya wacana tersebut, Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, kebijakan tersebut bakal mempengaruhi kunjungan wisatawan.

"Kalau saya ditanya setuju atau tidak setuju, saya sangat tidak setuju," ungkapnya.

Dia beralasan, pembukaan destinasi wisata berdampak pada jumlah kunjungan. Terutama, di kawasan Tawangmangu, saat akhir pekan.

Sementara, dua tahun terakhir, destinasi wisata baru di Tawangmangu meningkat. Begitu juga rumah makan, resto dan cafe.

Baca juga: Dapat Pendampingan, 65 IKM dan UMKM di Purbalingga Dilatih Soal Branding Produk

Baca juga: Dukung PTM, 900 Pelajar SMA Negeri 1 Purwareja Klampok Banjarnegara Terima Vaksin Covid

Baca juga: 686 Anak di Banyumas Kehilangan Orangtua akibat Covid, Disediakan Bantuan Tunai dari Kemensos

Baca juga: Uang Rp 5,8 Miliar di Rekening Hilang Diduga Dibobol, Warga Kudus Gugat Bank Mandiri ke Pengadilan

Hal ini, tentu mempengaruhi kepadatan arus lalu lintas.

Namun, menurutnya, pengawasan dan pembatasan lebih baik difokuskan di objek wisata supaya tidak ada kerumuman.

Dia berharap, ada pembahasan secara komprehensif dalam setiap kebijakan yang akan diterpakan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved