Breaking News:

Berita Purbalingga

Tahanan di Rutan Purbalingga Pakai dan Edarkan Obat, Didapat dari Petugas Kesehatan Rutan

Baru-baru ini, petugas rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Purbalingga mendapati peredaran obat terlarang di dalam rutan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HUMAS RUTAN PURBALINGGA
Warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Purbalingga berinisial I, diperiksa petugas rutan atas kasus pemesanan dan pengedaran obat di rutan, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Masuknya obat terlarang ke dalam area rutan masih kerap terjadi.

Baru-baru ini, petugas rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Purbalingga mendapati peredaran obat terlarang di dalam rutan.

Diketahui, obat terlarang itu merupakan pesanan dari salah satu warga binaan permasyarakatan (WBP) dengan inisial I.

Tidak hanya mengkonsumsi, WBP juga mengedarkan kepada WBP lain.

Baca juga: Polres Purbalingga Temukan 268 Pelanggaran selama Operasi Patuh Candi 2021, Tilang Diganti Teguran

Baca juga: Napi Rutan Purbalingga Diajak Memproduksi Truk Oleng Mainan Anak-anak, Dijual Rp 100 Ribu/Buah

Baca juga: Kukuhkan Pengurus KUB, Bupati Purbalingga Dorong Petani Milenial Kapulaga Desa Gunungwuled Berekspor

Baca juga: Kampleng Kini Tempati Rumah Layak Huni, Dapat Bantuan dari PMI dan Bazda Purbalingga

Kasus itu diketahui pada tanggal 24 September 2021.

"Pemesan obat terlarang tersebut berinisial I, dan diantar oleh petugas kesehatan yang berinisial S."

"Barang itu masuk melalui petugas kesehatan, tentunya ada pemesan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIB Purbalingga Bluri Wijakaono, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Senin (4/10/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan, obat terlarang itu dijual juga ke warga binaan lain.

Bluri menjelaskan, napi yang memesan obat tersebut merupakan napi dengan berbagai kasus. Tidak hanya karena kasus narkoba.

Pihaknya mengatakan, masuknya obat terlarang itu sudah berlangsung sekitar sepekan.

Baca juga: 55 PAUD di Banyumas Mulai Gelar PTM Terbatas, Setiap Kelas Dibatasi 5 Siswa

Baca juga: Lempar Batu ke KA Bangunkarta, Remaja di Solo Dibawa ke Kantor Polisi. Begini Akhirnya

Baca juga: Perumda Tirta Wijaya Cilacap Bangun IPA Baru, Hasilkan 110 liter Air Per Detik

Baca juga: Berjualan di Daerah Larangan di Sekitar Pasar Simongan Kota Semarang, 73 PKL Ditertibkan

Obat terlarang tersebut merupakan obat-obat biasa, bukan obat psikotropika.

Pelaku awalnya mengaku hanya untuk penyembuhan karena kerap mengalami batuk-batuk.

Ia menyampaikan, kasus ini sudah ditindaklanjuti di tingkat penyelidikan.

"Penanganan dilakukan oleh Kanwil. Baik WBP maupun petugas kesehatan, sudah diperiksa semua. Semua sudah ditindaklanjuti oleh Kanwil, WBP sudah diperiksa dan diberi sanksi, dan petugas yang menfasilitasi sedang menunggu sanksi," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved