Berita Purbalingga
Napi Rutan Purbalingga Diajak Memproduksi Truk Oleng Mainan Anak-anak, Dijual Rp 100 Ribu/Buah
Beberapa miniatur truk siap jual berjajar di satu ruangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Purbalingga.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Beberapa miniatur truk siap jual berjajar di satu ruangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Purbalingga.
Truk-truk mainan itu merupakan hasil karya narapida (napi) rutan tersebut.
Setiap hari, mereka membuat puluhan sampai seratusan mainan miniatur Truk Oleng dari dalam rutan.
Ini merupakan bagian dari program pemberian keterampilan kepada para tahanan.
"Kami (Rutan) menjalin kerja sama dengan Doni Tirto Miniatur sebagai pihak ketiga, yaitu sekumpulan remaja dari Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, yang selama ini memproduksi mainan jenis itu," kata Plt Kepala Rutan Kelas IIB Purbalingga, Bluri Wijaksono, Selasa (27/9/2021).
Baca juga: Cerita Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Jalani Karantina 10 Hari, Belajar Bareng saat Bosan
Baca juga: Rampung Jalani Karantina 10 Hari, 66 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Akhirnya Pulang
Baca juga: Tak Kuat di Tanjakan Desa Larangan Purbalingga, Truk Bermuatan Triplek Berjalan Mundur dan Terguling
Baca juga: Dalang Bripka Teguh Riyanto Datangi Dua Sekolah di Mrebet Purbalingga, Hibur Siswa yang Lagi Isoter
Sebelumnya, napi yang akan bekerja harus lulus seleksi terlebih dahulu.
Setelah itu, para napi akan mengikuti pelatihan bimbingan kerja perakitan kerajinan Truk Oleng oleh pihak ketiga.
"Tidak semua warga binaan bisa mengikuti. Sebelumnya, mereka diseleksi melalui sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP) dan dilatih oleh pihak ketiga. Dari 172 warga binaan yang ada saat ini, hanya 25 yang ikut dalam produksi," ujar Bluri.
Miniatur Truk Oleng berbahan dasar triplek atau playwood. Untuk suspensinya, limbah karet digunakan sehingga miniatur truk ini menjadi oleng jika disentuh.
Selain bisa bergoyang, miniatur truk dilengkapi dengan terpal tutup bak dan lampu led yang menjadi variasi tambahan.
"Tiap harinya, warga binaan kami dapat memproduksi 50 sampai 100 buah mainan. Per buahnya dijual dengan harga Rp 100.000 melalui online oleh pihak ketiga," ungkapnya.
Menurut Bluri, hasil dari penjulan mainan itu akan dibagi sesuai perjanjian. Napi juga mendapatkan penghasilan dari aktivitas itu.
"Untuk uang hasil penjulan dibagi, pertama tentu untuk premi warga binaan, ada juga setor PNBP ke negara, dan kas bimbingan kerja rutan," ucapnya.
Baca juga: Ada 20 Paket Proyek yang Dikerjakan Tahun Ini, DPUPR Banjarnegara Pastikan Semua Rampung November
Baca juga: Tak Puas Hasil Pengundian Kios dan Lapak, Pedagang Pasar Johar Temui Wali Kota Semarang
Baca juga: Petugas Lapas Semarang Temukan Bungkusan di Area Branggang, Saat Dibuka Berisi 195 Butir Pil Koplo
Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Banyumas Siapkan 10 Ribu Vaksin bagi Pelajar
Bluri terus berupaya memberikan keterampilan kepada seluruh napi di Rutan Purbalingga.
Aktivitas produksi seperti ini dilakukan agar saat bebas nanti, para napi sudah memiliki keterampilan agar dapat beradaptasi dengan masyarakat.
"Semoga, lewat program pembinaan seperti ini, nantinya mereka bisa kembali ke masyarakat dan menggunakan keterampilan yang telah mereka dapat di Rutan sebagai bekal hidup mandiri di masyarakat," tutur Bluri. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Miniatur Truk Oleng, Kerajinan Karya Narapidana di Rutan Purbalingga".