Breaking News:

Berita Kesehatan

Hasil Penelitian, Obat Antivirus Ini Bisa Cegah Kemungkinan Pasien Covid Dirawat Inap hingga 50%

Kabar baik datang dari para peneliti yang berusaha mencari obat mujarab untuk Covid-19.

Editor: rika irawati
Freepik
Ilustrasi obat untuk antivirus corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kabar baik datang dari para peneliti yang berusaha mencari obat mujarab untuk Covid-19.

Penelitian ini menggunakan pil antivirus dari perusahaan Merck.

Hasil penelitian terungkap, penggunaan pil tersebut mampu mencegah kemungkinan pasien yang baru didiagnosis Covid-19 dirawat di rumah sakit hingga 50 persen. Pil yang digunakan adalah obat molnupiravir.

Temuan baru yang diumumkan Jumat (1/10/2021) ini diharapkan dapat membantu dokter mengobati orang yang terpapar Covid-19 dan mencegah gejala memburuk.

Dilansir dari Stat News, Jumat, pemberian obat molnupiravir selama lima hari mampu mengurangi waktu perawatan di rumah sakit dan risiko kematian, dibandingkan menggunakan obat plasebo.

Tim membagi peserta menjadi dua kelompok, yakni kelompok plasebo (yang diberi obat plasebo atau obat palsu sebagai pembanding dalam uji klini) dan kelompok yang diberikan obat molnupiravir.

Baca juga: 5 Hasil Penelitian Menggembirakan, Secercah Harapan dalam Melawan Wabah Virus Corona

Baca juga: Bukan Hasil Rekayasa Genetika, Begini Hasil Penelitian Ahli Soal Asal-usul Virus Corona

Baca juga: WHO Waspadai Virus Corona Varian Mu: Ditemukan di Kolombia, Dinilai Kebal terhadap Vaksin

Baca juga: Orang yang Sudah Vaksin Dua Kali Masih Bisa Terinfeksi Covid, Begini Penjelasan WHO

Pada kelompok plasebo, ada 53 pasien atau 14,1 persen yang berakhir dirawat di rumah sakit atau meninggal.

Sementara itu, kelompok pasien Covid-19 yang diberikan obat molnupiravir dan dirawat di rumah sakit atau meninggal, ada 28 pasien atau 7,3 persen.

Sejauh pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 21 bulan, para ilmuwan di seluruh dunia terus berusaha menemukan obat oral yang bisa membantu mengobati Covid-19.

Obat lain, termasuk remdesivir Gilead, juga telah terbukti mengurangi risiko rawat inap jika diberikan di awal perjalanan penyakit.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved