Berita Banjarnegara Hari Ini

Lima Kecamatan Masuk Prioritas Penanganan Kemiskinan Ekstrem Banjarnegara, Ini Rencana Programnya

Di Jawa Tengah, yang menjadi fokus penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah Kabupaten Brebes, Pemalang, Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB BANJARNEGARA
Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Ruang Rapat Bupati Banjarnegara, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara termasuk satu dari beberapa daerah di Jawa Tengah yang menjadi fokus penanggulangan kemiskinan ekstrem oleh Pemerintah Pusat. 

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menetapkan 35 kabupaten di 7 provinsi di Indonesia untuk prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Di Jawa Tengah, yang menjadi fokus penanggulangan kemiskinan adalah Kabupaten Brebes, Pemalang, Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara.

Baca juga: Ada 20 Paket Proyek yang Dikerjakan Tahun Ini, DPUPR Banjarnegara Pastikan Semua Rampung November

Baca juga: Pak Ogah Banjarnegara Dikumpulkan, Dilatih 12 Gerakan Lalu Lintas, Pulangnya Dapat Paket Sembako

Baca juga: Seorang Pemuda Ditemukan Tewas di Sungai Serayu Banjarnegara, Diduga Menceburkan Diri

Baca juga: Siswi MAN 2 Banjarnegara Curi Perhatian Dunia, Fani Kiper Timnas di Kualifikasi Piala Asia 2022

Khusus di Banjarnegara, telah ditetapkan 5 kecamatan yang menjadi prioritas untuk penanganan kemiskinan ekstrem itu.

Yakni Kecamatan Bawang, Susukan, Pejawaran, Pagentan, dan Punggelan.

"Dari masing-masing kecamatan tersebut ditetapkan 5 desa untuk fokus penanganan kemiskinan ekstrem," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (30/9/2021). 

Yusuf Agung Prabowo selaku Plt Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara mengatakan, Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin direncanakan berkunjung ke Jawa Tengah pada 7 Oktober 2021. 

"Di sana, Wapres akan meninjau booth atau stan untuk 5 kabupaten itu, seperti pameran."

"Cuma isinya adalah data dokumen, foto, video, banner strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem, termasuk di Banjarnegara," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (30/9/2021).

Penanggulangan kemiskinan ekstrem ini merupakan tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo yakni dengan target pada 2024 kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen.

Secara internasional, kemiskinan ekstrem adalah masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari 1,91 $ ppp (purchasing power parities) atau sekira Rp 27.313 per hari (kurs US$ 1 sama dengan Rp 14.300).

Percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dilakukan dengan menggunakan tiga strategi.

Yakni menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.

Merespon kebijakan Pemerintah Pusat terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem itu, Plh Bupati  bersama Sekda serta pimpinan OPD Pemkab Banjarnegara menggelar rapat koordinasi beserta lembaga eksternal lain terkait. 

Dari koordinasi tersebut diharapkan dapat tersinergi program penanggulangan kemiskinan ekstrem dari pemerintah daerah dan desa dengan program Kementerian. 

"Harapannya selain intervensi dari pemerintah, juga dapat melibatkan unsur non-pemerintah untuk berperan dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Banjarnegara," katanya. (*)

Baca juga: PTM di SMA Negeri di Margasari Tegal Dihentikan, Ada 2 Siswa Terkonfirmasi Positif Covid

Baca juga: Amankah Vaksin Covid-19 Bagi Pasien Jantung? Begini Penjelasan Dokter RSUI Harapan Anda Tegal

Baca juga: Alhamdulillah Sudah Kosong, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Kendal

Baca juga: Disdikbud Kendal Sedang Menyeleksi Calon Kepala Sekolah, Wahyu: Mengisi Kekosongan di Beberapa SMP

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved