Penanganan Corona
Percepat Vaksinasi Tingkat Remaja! Ganjar: Ini Bagian Hasil Evaluasi PTM di Jateng
Ganjar mengatakan,Jawa Tengah telah mendapatkan alokasi vaksin dari pemerintah pusat, sebanyak 2.600.000 dosis, yang diberikan dalam kurun satu minggu
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati dan Wali Kota melakukan percepatan vaksinasi pada remaja (SMP-SMK sederajat).
Hal itu dikatakannya, merespon evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jawa Tengah yang telah beberapa saat dilakukan.
Dia juga mengimbau, para kepala daerah melakuan pantauan ketat terhadap PTM terbatas di jenjang SD, TK dan PAUD.
Baca juga: 2 Oktober 2021 Silakan Datang ke Magelang, Ganjar: Ada Sejuta Kopi Gratis Lho
Baca juga: Ganjar Gowes Menuju Magelang Pantau Vaksinasi Massal, Disebutnya Bagian Siapkan Sektor Pariwisata
Baca juga: Ganjar dan Airlangga Hartarto Bertemu di Klaten, Bersama-sama Bagi Apem Kiai Ageng Gribig
Baca juga: Tim e-Sports Jateng Lolos ke Final Eksibisi PON Papua 2021, Ganjar: Keren dan Membanggakan
Caranya, dengan melakukan penyempurnaan sistem tatap muka.
Jika perlu, Bupati atau Wali Kota menggandeng para ahli.
"Yang saya minta kepada mereka adalah mengawasi sekolah yang sudah PTM (terbatas)."
"Satu minta bantuan kabupaten kota untuk mengawasi SD, TK dan PAUD, karena mereka belum bisa divaksin."
"Yang kedua untuk level SMP, SMA, SMK, Madrasah, sederajat, kita minta untuk dilakukan percepatan vaksinasi," ujar Ganjar seusai memimpin rapat rutin penanggulangan Covid-19, di Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Senin (27/9/2021).
Ganjar mengatakan, Jawa Tengah telah mendapatkan alokasi vaksin dari Pemerintah Pusat, sebanyak 2.600.000 dosis, yang diberikan dalam kurun satu minggu.
Oleh karenanya, ia meminta pemerintah daerah tingkat dua, bekerja dengan cepat dan tepat untuk menghabiskan dosis yang telah diberikan.
Ia juga meminta, vaksinator disiplin melaporkan data vaksinasi melalui aplikasi yang telah tersedia.
Hal itu, dimaksudkan untuk mengetahui jumlah stok yang terpakai dan percepatan penyuntikan vaksin yang telah dilakukan.
"Maka saya minta Bupati dan Wali Kota, untuk menambah titik vaksinasi."
"Biar akses rakyat dekat."
"Vaksinatornya ditambah."
"Dukungan dari TNI/Polri yang bisa dijoinkan untuk bisa bersama-sama lakukan vaksinasi."
"Juga bisa libatkan kelompok masyarakat untuk percepat itu," imbuhnya.
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, dari 2,6 juta dosis vaksin yang diberikan, sekira dua juta vaksin telah tersuntik dalam seminggu.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar percepatan bisa dilakukan, agar bisa mencapai target suntikan sekira 2,5 juta dosis vaksin per minggu.
"Khususnya di wilayah yang capaiannya rendah harus ada upaya lebih banyak lagi."
"Paling rendah Cilacap."
"Lalu juga daerah aglomerasi Solo Raya (Surakarta, Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen) dan Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal) jumlahnya 11 daerah," paparnya.
Yulianto menyebut, untuk daerah aglomerasi tersebut target vaksinasi harus sampai 70 persen, dalam bulan ini.
Adapun, untuk capaian vaksinasi di seluruh Jawa Tengah, jumlahnya kini sekira 40 persen.
Ia menyebut, untuk Kota Semarang dan Kota Surakarta tingkat vaksinasi kini telah mencapai hampir 100 persen.
"Percepatan tidak bisa andalkan sentra vaksinasi saja."
"Perlu ada tim vaksinator yang bergerak di desa untuk mempercepat."
"Kalau ada tim vaksinator desa kan bisa bergerak bersama untuk mempercepat sasaran," pungkas Yulianto. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, BPBD Banyumas Minta Warga di Tepi Sungai Pelus dan Kali Bener Siaga Banjir
Baca juga: Curug Orak Arik Memikat Hati Istri Bupati Banyumas, Destinasi Wisata Baru di Baturraden
Baca juga: Kios yang Terbakar Belum Diperbaiki, Pedagang Blok B Pasar Wage Purwokerto Bertahan di Lahan Parkir
Baca juga: Vakum 7 Tahun, Alumni FISIP Unsoed Purwokerto Siap Gelar Munas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ganjar-memimpin-rapat-rutin-penanggulangan-covid-19.jpg)