Berita Kesehatan
Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda Sakit Jantung atau Terpapar Covid, Ini Bedanya
Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap sejumlah gejala yang ditimbulkan karena virus corona, di antaranya nyeri pada bagian dada.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Namun, asam laktat justru bisa menumpuk pada otot jantung dan menimbulkan rasa sakit.
Di sisi lain, menurut WHO, nyeri dada adalah gejala serius Covid-19.
WHO menyarankan orang-orang segera mencari pertolongan medis bila mengalami rasa nyeri di dadanya disertai sesak napas, napas pendek, dada seperti tertekan, dan sulit berbicara.
Baca juga: Kios yang Terbakar Belum Diperbaiki, Pedagang Blok B Pasar Wage Purwokerto Bertahan di Lahan Parkir
Baca juga: Dicekik Pajak dan Retribusi, Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan di Juwana Pati Demo
Baca juga: Ingin Nonton Film di Bioskop? Ini Hal yang Harus Dipersiapkan
Baca juga: Tak Kuat di Tanjakan Desa Larangan Purbalingga, Truk Bermuatan Triplek Berjalan Mundur dan Terguling
Bambang mengatakan, ada beberapa alasan kenapa Covid-19 bisa menyebabkan dada terasa sakit, antara lain batuk keras yang membuat otot tertarik hingga robek atau tulang rusuk retak.
Bisa juga menderita pneumonia, yang bisa jadi komplikasi Covid-19, paru-paru terinfeksi atau mengalami peradangan, mengalami emboli paru (bekuan darah masuk ke aliran darah menuju paru-paru).
"Namun demikian, hanya dua persen orang yang sakit karena Covid-19 dengan dada yang sakit. Nyeri di dada bukan gejala umum covid. Lebih sering terjadi pada orang dewasa 28 persen daripada anak-anak yang hanya 10 persen," bebernya.
Selain itu, ia menuturkan, nyeri dada adalah gejala klinis yang bisa terjadi pada banyak penyakit, bukan monopoli penyakit jantung koroner saja.
"Perlu dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan berbagai pemeriksaan penunjang agar dapat membantu memastikan penyebabnya," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-nyeri-dada.jpg)