Selasa, 21 April 2026

Berita Jawa Tengah

Bupati Pati Haryanto: Lapak PKL Alun-alun Timur Dilarang Diperjualbelikan

Setelah Alun-Alun Simpang Lima Pati direvitalisasi, mereka kemudian direlokasi ke Pusat Kuliner Pati, bekas TPK Perhutani.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto beserta jajarannya sedang meninjau progres pembangunan Alun-Alun Timur Kabupaten Pati, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto beserta jajarannya meninjau progres pembangunan Alun-Alun Timur Kabupaten Pati, Rabu (29/9/2021).

Alun-alun baru ini berada di Jalan Kembang Joyo, dekat Taman Kota Kalidoro.

Haryanto mengatakan, pembangunan alun-alun ini telah mencapai 70 persen.

Adapun proses pembangunan diproyeksikan rampung pada pertengahan November 2021.

Baca juga: Dicekik Pajak dan Retribusi, Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan di Juwana Pati Demo

Baca juga: Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras di Trangkil Pati, Izin Ke Pemdes untuk Budidaya Lele

Baca juga: Tuan Rumah Berjaya! Persis Solo Tundukkan PSG Pati dengan Skor 2-0 di Laga Pembuka Liga 2 2021

Baca juga: Uji Coba PTM SMPN 1 Winong Dihentikan, Bupati Pati: Ada 13 Siswa Reaktif Hasil Rapid Antigen

Dia menyebut, pemerintah daerah sengaja membangun alun-alun ini untuk memfasilitasi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di area Alun-Alun Simpang Lima Pati.

Setelah Alun-Alun Simpang Lima Pati direvitalisasi, mereka kemudian direlokasi ke Pusat Kuliner Pati, bekas TPK Perhutani.

Nantinya mereka akan diberi tempat di alun-alun baru yang lokasinya dinilai lebih strategis ini.

"Selain itu pembangunan ini juga untuk memperindah kota," ujar dia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (29/9/2021).

Haryanto menjelaskan, di Alun-Alun Timur ini, pihaknya menyediakan sekira 300 tempat untuk berjualan.

Diprioritaskan bagi para PKL yang sudah tercatat dan terverifikasi pada saat relokasi sebelumnya.

"Tempat yang ada ini kami harap bisa dimanfaatkan secara baik."

"Pemerintah daerah sudah mengupayakan yang terbaik."

"Sekalipun (pos anggaran lain) banyak yang direfocusing, kami tetap membangunkan tempat bagi PKL dengan anggaran miliaran Rupiah," tutur dia.

Haryanto berharap, para PKL nanti bisa melanjutkan upaya agar dagangan mereka laris.

"Mengenai laris atau tidak itu tergantung bagaimana pelayanan, kualitas masakannya, dan bagaimana upaya menarik pelanggan."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved