Breaking News:

Berita Pati

Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras di Trangkil Pati, Izin Ke Pemdes untuk Budidaya Lele

Polres Pati menggerebek rumah yang digunakan untuk memproduksi minuman keras di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9/2021) malam.

TRIBUNBANYUMAS/HUMAS POLRES PATI
Polres Pati menggerebek rumah yang digunakan untuk memproduksi minuman keras di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9/2021) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Polres Pati menggerebek rumah yang digunakan untuk memproduksi minuman keras di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9/2021) malam.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing didampingi Kabag Ops Kompol Sugino, Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang, dan Kapolsek Wedarijaksa Iptu Suntoro mendatangi lokasi pukul 18.00 WIB.

"Kami menyita 750 botol miras yang sudah siap edar. Kemudian, ada alat untuk memproduksi, untuk mengoplos, termasuk alat-alat penyulingan, kami sita semua," kata AKBP Christian Tobing.

Ia menyebut, pemilik rumah sekaligus pemilik usaha berinisial GW (27), tidak berada di lokasi saat dilakukan penggerebekan.

Namun, ibu dari GW, yakni R, dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Uji Coba PTM SMPN 1 Winong Dihentikan, Bupati Pati: Ada 13 Siswa Reaktif Hasil Rapid Antigen

Baca juga: Tuan Rumah Berjaya! Persis Solo Tundukkan PSG Pati dengan Skor 2-0 di Laga Pembuka Liga 2 2021

Baca juga: 35 Orang Berlomba Daftar Jadi Pengadopsi, Pasca Temuan Bayi di Bawah Jembatan Cluwak Pati

Baca juga: Astagfirullah, Warga Cluwak Pati Temukan Bayi di Bawah Jembatan, Diduga Dibuang Orangtuanya

AKBP Christian Tobing mengatakan, berdasarkan informasi sementara, kegiatan produksi minuman beralkohol ini sudah berjalan sekira empat bulan.

Wilayah edar miras hasil produksi GW tidak hanya di Pati, melainkan juga mencapai Tuban, Jawa Timur.

Sementara, jenis miras yang diproduksi pelaku ialah arak oplosan yang dibanderol Rp 60 ribu per botol.

"Kami akan selidiki lebih lanjut. Pelaku kami kenai undang-undang kesehatan dan pangan," ujar AKBP Christian Tobing.

Dia mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi atau membeli minuman keras jenis apapun. Sebab, dapat membahayakan kesehatan.

"Selain itu, di masa pandemi ini, kami berupaya memberantas penyakit masyarakat melalui operasi pekat," ujar dia.

Kepala Desa Tegalharjo Pandoyo, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan ilegal berupa produksi minuman keras di wilayahnya.

"Karena izin (pelaku) ini budidaya ikan lele. Jadi, kami tidak mengetahui jika disalahgunakan," ungkap dia. (*)

Baca juga: Vakum 7 Tahun, Alumni FISIP Unsoed Siap Gelar Munas

Baca juga: BMKG Prediksi Terjadi Gempa Megathrust Lebih dari 8 SR di Cilacap, Ini Antisipasi yang Disarankan

Baca juga: Pemkot Tegal Berencana Gelar PTM SD Mulai Oktober, Orangtua: Semoga, Pemkot Tidak PHP

Baca juga: 5 Kecamatan di Kebumen Jadi Sasaran Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Ini Lokasinya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved