Breaking News:

Berita Kebumen

5 Kecamatan di Kebumen Jadi Sasaran Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Ini Lokasinya

Lima kecamatan di Kebumen bakal menjadi fokus pengentasan kemiskinan ekstrem atau nol persen, program Kemendes PDTT.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HUMAS PEMKAB KEBUMEN
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (kiri) dan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto (dua dari kirim), bertemu di Kebumen, Kamis (23/9/2021). Kebumen bakal menjadi pilot project program pemerintah kemiskinan nol persen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Lima kecamatan di Kebumen bakal menjadi fokus pengentasan kemiskinan ekstrem atau nol persen, program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sebelumnya, Kebumen ditetapkan sebagai satu dari lima kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam program tersebut.

Lima kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Sempor, Sadang, Alian, Karangsambung, dan Karanggayam.

Terkait program ini, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala desa sasaran guna membahas penanganan kemiskinan, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Jadi Pilot Project Program Pengentasan Kemiskinan Nol Persen, Kebumen Bakal Digelontor Bantuan

Baca juga: Tertib Lalu Lintas dan Protokol Kesehatan, Pengendara di Kebumen Dapat Jamu dari Polisi

Baca juga: Ini Bahayanya Nyebur di Area Boleran, Sobandi Tewas Saat Mandi di Pantai Setrojenar Kebumen

Baca juga: Lumayan Bisa Dimasak Nanti - Pengendara di Kebumen Dapat Hadiah Sayuran, Dinilai Patuh Prokes

Arif menyebut, di Kebumen, jumlah orang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem ada sekitar 4 persen atau sekitar 14 ribu jiwa.

Ia menarget, 2022, Kebumen sudah zero dari kemiskinan akut.

"Dengan program ini, harapannya, Kebumen tidak menjadi kabupaten termiskin di Jateng," harapnya, Selasa (28/9/2021).

Bupati menjelaskan, warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan, lansia hidup sebatang kara, tidak punya rumah, terkena penyakit, dan tidak punya jaminan kesehatan atau sosial.

Pemerintah akan memfasilitasi pembangunan rumah atau bedah rumah bagi mereka yang sebatang kara dan tidak punya rumah.

Termasuk, memberikan jaminan kesehatan, serta jaminan kebutuhan makan.

"Kalau dia punya anak tapi benar-benar miskin, anaknya kami tanggung untuk dapat beasiswa sekolah," paparnya.

Baca juga: Vaksinasi Dosis Dua Capai 100%, Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara Siap Gelar PTM Penuh

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 29 September 2021: Rp 1.847.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Rabu 29 September 2021: Siang Berawan, Malam Diperkirakan Hujan

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Rabu 29 September 2021: Siang Diperkirakan Berawan, Malam Hujan

Arif mengatakan, pemerintah terus bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem ini.

Termasuk, dalam hal pembenahan data jumlah orang miskin di Kebumen yang setiap waktu harus diperbarui. Tujuannya, bantuan tidak lagi salah sasaran.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan pemerintah juga perlu terus di-upgrade karena ada penerima yang sudah meninggal atau pindah tempat, termasuk mereka yang kondisi ekonominya semakin baik. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved