Breaking News:

Berita Banjarnegara

Tak Hanya di Pagentan, Komisi 3 DPRD Banjarnegara Juga Temukan Proyek Tak Sesuai Spek di Kebondalem

Komisi 3 DPRD Banjarnegara menemukan sejumlah proyek tak sesuai spek yang selesai dibangun rekanan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Tangkapan layar seorang anggota dewan memukul talud dan secara mudah hancur hanya menggunakan tangan kosong di ruas Jalan Kutayasa-Larangan, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Komisi 3 DPRD Banjarnegara menemukan sejumlah proyek tak sesuai spek yang selesai dibangun rekanan.

Mereka pun telah memberi masukan kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarnegara agar menegur rekanan pelaksana proyek.

Sebelumnya, video talud ambrol di ruas Larangan-Kutayasa, setelah diipukul anggota DPRD Banjarnegara menggunakan tangan kosong, viral di media sosial.

Talud ini ambrol lantaran material yang digunakan tak sesuai spek atau perencanaan.

Ternyata, temuan itu bukan hanya di satu titik. Komisi 3 DPRD Banjarnegara juga menemukan kondisi serupa pada proyek infrastruktur di tempat lain.

Baca juga: Menjadi Viral di Banjarnegara, Talud Mudah Hancur Hanya Gunakan Pukulan Tangan Anggota Dewan

Baca juga: Tak Hanya Peserta, Panitia Seleksi CASN di Banjarnegara Juga Harus Jalani Swab Antigen Covid

Baca juga: Pencatatan Perjalanan Dinas Pegawai Makin Mudah, BKD Banjarnegara Gunakan Aplikasi E-Perjadin

Baca juga: Satpol PP Banjarnegara Gerebek 2 Rumah Diduga Lokasi Prostitusi Terselubung, Amankan 9 Orang

Ketua Komisi 3 DPRD Banjarnegara Ryan Aditya Wahyu mengatakan, selain talud di ruas Kutayasa-Larangan, pihaknya juga menemukan bangunan infrastruktur tak sesuai spek di sejumlah tempat.

"Itu di Kebondalem, Kecamatan Bawang," katanya, Kamis (23/9/2021)

Dia mengatakan, dalam proyek di tempat ini, saat semen atau acian pada permukaan bangunan dibongkar, isinya penuh pasir yang tampak seperti kekurangan semen.

Ryan mengatakan, temuan ini sebenarnya bukan hal baru. Juli 2021 lalu, atas laporan warga, pihaknya mendapati infrastruktur itu dalam kondisi memprihatinkan.

Saat itu, pihaknya telah memberi masukan ke DPUPR Banjarnegara agar menyampaikan ke rekanan yang mengerjakan proyek.

Harapannya, bangunan itu segera diperbaiki hingga kualitasnya sama dengan yang direncanakan.

Ryan mengatakan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan detail bangunan dilakukan oleh Pemkab Banjarnegara.

Baca juga: Buron Bawa Kabur Uang Miliaran Rupiah Anggota, Bandar Arisan Online di Salatiga Akhirnya Tertangkap

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam di Musim Hujan, Wabup Banyumas Pastikan Personel dan Perlatan Siap

Baca juga: Pamit Naik Gunung Merapi, Warga Sleman Yogyakarta Hilang di Bukit Kendil

Baca juga: Laga Grup C Liga 2 2021 Dimulai Minggu di Stadion Manahan, Polresta Solo Siagakan 350 Personel

Hasil pekerjaan rekanan harusnya sama dengan DED yang disusun di awal.

Temuan itu membuktikan pelaksanaan pembangunan tidak sesuai perencanaan seperti tertuang dalam DED.

"Karena program Pemkab Banjarnegara, utamanya infrastruktur, kami konsen mengawal itu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved