Berita Jawa Tengah

Cuma 13 Peserta Ikuti Ujian Susulan PPPK Guru di Karanganyar, Semestinya Ada 20 Orang

Kalau masih kosong, akan ada ujian tahap kedua diikuti peserta yang belum lolos ujian tahap pertama dan pelamar dari swasta (sekolah).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Petugas mengecek suhu tubuh peserta ujian susulan PPPK guru sebelum memasuki ruang di SMK Negeri 1 Karanganyar, Sabtu (18/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - 13 peserta mengikuti ujian susulan tahap pertama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) formasi guru di SMK Negeri 1 Karanganyar, Sabtu (18/9/2021) pukul 13.00.

Sebelumnya, ujian PPPK guru tahap pertama telah dilangsungkan di tiga sekolah selama tiga hari mulai Senin (13/9/2021) hingga Rabu (15/9/2021).

Tiga sekolah itu meliputi SMA Negeri 1 Karanganyar, SMK Negeri 1 Karanganyar, dan SMK Negeri 2 Karanganyar.

Baca juga: Operasi Patuh Candi Mulai 19 September 2021, Polres Karanganyar: Sasaran Motor Berknalpot Brong

Baca juga: Antok Gagal Dapat Ganti Uang Talangan Beli Sabu, Ditangkap Polisi di Palur Karanganyar

Baca juga: Calon Pengantin Wajib Rapid Antigen Masih Berlaku di Karanganyar, Ini Syarat Lain Saat Ijab Kabul

Baca juga: SMK di Karanganyar Kompak Gelar Simulasi PTM Mulai Pekan Depan, Ini Alasannya

Pelaksana Lapangan Ujian PPPK Guru Kabupaten Karanganyar, Sawaldi menyampaikan, peserta ujian kali ini diikuti 20 peserta yang sebelumnya tidak hadir dalam ujian P3K tahap pertama.

Mereka tidak hadir karena berbagai alasan seperti terkonfirmasi positif Covid-19 hasil rapid antigen, sakit dan tanpa keterangan.

"Sebelumnya kami telah usulkan ke provinsi, peserta yang tidak hadir ujian tahap pertama."

"Pemerintah tetap mengakomodir peserta pada ujian tahap pertama tidak hadir," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (18/9/2021).

Dari 20 peserta yang mengikuti ujian susulan tahap pertama ini ada peserta yang tidak hadir. 

Lanjutnya, ada satu peserta yang tidak hadir karena terkonfirmasi positif Covid-19 hasil rapid antigen, dua peserta sudah resign dan empat peserta tanpa keterangan jelas.

"Data sudah terkunci di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan per 30 Juni 2020."

"Maka masih terdata di situ dan berhak mengikuti ujian ini."

"Tapi ada yang resign pada 2021."

"Ada 1 peserta yang positif (hasil rapid antigen)."

"Itu solusinya kami laporkan ke provinsi dan pusat."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved