Berita Narkotika

Sopir Truk Sisihkan Gaji Rp 50 Ribu Buat Nyabu, Warga Kebumen Ini Kecanduan Pasca Diputus Pacar

Tersangka AR ditangkap dalam kasus narkotika pada Sabtu (11/9/2021) sekira pukul 21.30 di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
POLRES KEBUMEN
Gelar kasus narkotika di wilayah hukum Polres Kebumen, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Polres Kebumen kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba.

AR (38), pemuda asal Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen ini ditetapkan sebagai tersangka.

Dijelaskan Wakapolres Kebumen, Kompol Edi Wibowo, kasus penyalahgunaan narkoba terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

Tersangka AR ditangkap pada Sabtu (11/9/2021) sekira pukul 21.30 di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen.

Baca juga: Kisah Mbah Sudarsono Tinggal di Gubuk 2x3 Meter, Rencana Bakal Dipindah di Panti Dinsos Kebumen

Baca juga: Beri Kado Pengantin dan Orangtua Baru, Pemkab Kebumen Permudah Urus Administrasi Kependudukan

Baca juga: Nenek 61 Tahun Asal Kebumen Ini Kena Tipu, Semua Perhiasan Digondol Komplotan Kiai Sakti

Baca juga: Gadaikan Mobil Rental Tetangga, Warga Pekuncen Kebumen Ditangkap Polisi

"Kami dapatkan barang bukti dua buah paket narkoba jenis sabu."

"Sabu itu dikemas dalam plastik klip bening," jelas Kompol Edi Wibowo kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/9/2021).

Kepada polisi, tersangka mengaku mulai mengonsumsi sabu pada 2017.

Awalnya dia frustasi karena diputus kekasihnya. 

Kebiasaan mengonsumsi sabu berlanjut hingga akhirnya ditangkap jajaran Sat Res narkoba Polres Kebumen

Untuk mendapatkan sabu, AR yang berprofesi sebagai sopir truk proyek rela menyisihkan gajinya agar bisa mengkonsumsi barang haram itu.

Meski gajinya hanya Rp 50 ribu untuk sekali "narik", pemuda itu mampu membeli sabu.

"Sebenarnya sempat berpikir untuk berhenti, tapi keburu ditangkap," ungkap tersangka AR.

Sejak awal mengonsumsi sabu, ia memang tak pernah berurusan dengan hukum. 

Meski mengungkapkan penyesalan, AR tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

AR dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia terancam pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dan atau pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (*)

Baca juga: Dindukcapil Banjarnegara Jemput Bola, Rekam Data Warga Pelosok Belum Miliki E-KTP

Baca juga: Vaksinasi Massal Diklaim Turunkan Kasus Covid-19 Banjarnegara, Ini Kata dr Masrurotut Daroen

Baca juga: Pura-pura Tawarkan Jasa Bikin Akun Trading Forex, Pria di Wonosobo Bawa Kabur Uang Rp 23,5 Juta

Baca juga: Tergiur Harga Mahal, Pemuda di Wonosobo Curi 5 Burung Murai Batu Milik Tetangga. Dijual Rp 3 Juta

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved