Berita Pekalongan
PTM Terbatas di Kabupaten Pekalongan Dimulai Besok, Disdikbud: Tak Wajib Pakai Seragam
Disdikbud Kabupaten Pekalongan berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai Senin (6/9/2021).
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai Senin (6/9/2021).
Disdikbud pun menegaskan, siswa tak harus memakai seragam sekolah jika belum memiliki yang pas.
"Ada dua PTM yang rencananya akan dilaksanakan mulai 6 September 2021. Pertama, sekolah simulasi PTM dan kedua PTM terbatas."
"PTM terbatas ini dilaksanakan di sekolah yang sebelumnya pernah menjalani uji coba PTM. Itu ada beberapa sekolah, SMP dan SMA," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Minggu (5/9/2021).
Baca juga: Gerbang Tol Bojong Pekalongan Resmi Beroperasi, Mudahkan Akses ke Banjarnegara dan Sekitarnya
Baca juga: Menolak Rumahnya Ditempeli Stiker Miskin, Warga Wuled Pekalongan Mundur sebagai Penerima BST
Baca juga: Hendak Transaksi, Pengedar Sabu di Pekalongan Diciduk Polisi
Baca juga: Polres dan Kejari Pekalongan Turun Tangan, Dalami Kasus Harga Tabung Oksigen Tembus Rp 6,8 Juta
Sementara, sekolah simulasi PTM adalah sekolah yang belum pernah menggelar uji coba.
Untuk tahap awal, pihaknya mengambil satu sekolah untuk masing-masing jenjang TK, SD, dan SMP, di setiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Penambahan sekolah akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi.
Haryanto mengungkapkan, selain dimulainya PTM, di hari yang sama, sesuai kalender pendidikan, akan dilakukan pula penilaian tengah semester.
"Sehingga, kami harapkan, pada saat kegiatan PTM berjalan lancar, siswa yang mengikuti PTS bisa mengikuti secara tenang, nyaman, dan masih tetap dalam kondisi yang baik," ungkapnya.
Disinggung mengenai ketentuan seragam bagi siswa, Haryanto memastikan, tak ada kewajiban bagi siswa memakai seragam sekolah.
"Jika seragam sekolah kekecilan atau sudah tidak pantas di pakai, bisa pakai pakaian bebas tapi rapi, dan bersepatu," tuturnya.
Baca juga: 3 dari 15 Gua Peninggalan Jepang di Kawasan Patiayam Kudus Mulai Dibuka, Diduga Memiliki Sumber Air
Baca juga: Cara Fektor Ranger Purwokerto Peduli Keselamatan Berlalu Lintas, Bersihkan Rambu Sekitar Alun-alun
Baca juga: Liga 2 Tak Segera Bergulir, PSCS Cilacap: Kami Butuh Kepastian Tanggal, Bukan Kepastian Dilanjutkan
Baca juga: Bupati Banjarnegara Ditahan KPK, Gubernur Ganjar: Pemerintahan Tidak Boleh Terganggu
Haryanto menambahkan, pihaknya sudah memenuhi kriteria yang disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Baik siap daerah, siap sekolah, siswa, orangtua atau wali, dan siap yang lain.
"Dan yang saya tekankan kepada kepala sekolah, yaitu sarana prasarana prokes, baik itu tempat cuci tangan, sabun, handsanitizer, termasuk penyemprotan disinfektan ruang-ruang yang akan digunakan. Semua kami minta mempersiapkan itu," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/plt-dindikbud-kabupaten-pekalongan-haryanto-nugroho.jpg)