Breaking News:

Berita Banyumas

Atur Jarak Pedagang, Bupati Banyumas Minta Ada Sekat di Pasar Minggon di GOR Satria Purwokerto

Bupati Banyumas Achmad Husein meminta ada penyekatan pedagang di Pasar Minggon di depan GOR Satria Purwokerto.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Suasana pedagang saat Pasar Minggon di depan GOR Satria Purwokerto, 15 Maret 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein meminta ada penyekatan pedagang di Pasar Minggon di depan GOR Satria Purwokerto.

Penyekatan ini merupakan bagian dari penerapan protokol kesehatan meski Banyumas, kini sudah berstatus level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Husein meminta agar penyekatan tersebut berbentuk kotak-kotak sebagai pembatas antar pedagang.

"Yang boleh jualan ya yang di dalam kotak, supaya mereka dapat giliran. Harus pakai jaga jarak, seperti pasar," kata Husein, Selasa (31/8/2021).

Diberitakan sebelumnya, mulai Selasa, status Banyumas telah turun dari level 4 menjadi level 3 PPKM. Ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021.

Baca juga: Bupati Banyumas Umumkan Penurunan Level PPKM Jadi 3, Ini Sejumlah Sektor yang Dilonggarkan

Baca juga: Jumlah Kasus Covid Dirawat Masih Tinggi, Banyumas Terganjal Berstatus PPKM Level 2

Baca juga: Selamat! 6 Pramuka Kwarcab Banyumas Raih Juara di Eagle Scout Award 2021 Jateng

Baca juga: Makin Canggih, Terminal Bulupitu Purwokerto Banyumas Kini Dilengkapi Parking Gate

Penurunan level ini membuat bupati melakukan pelonggaran di sejumlah sektor, termasuk perdagangan.

Pasar Minggon yang sebelumnya ditutup karena memicu kerumunan, diizinkan beroperasi lagi.

Pemkab juga telah membuka mal dengan ketentuan kapasitas 50 persen.

Sementara, untuk restoran dan tempat makan, pemkab sudah mengizinkan kegiatan makan dan minum di tempat dengan pembatasan 50 persen.

Jam operasionalnya juga diperpanjang dari pukul 20.00 WIB menjadi pukul 21.00 WIB.

Namun, pemkab masih melarang kegiatan seni, budaya, dan olahraga, serta sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Terkait kondisi ini, bupati optimistis, status PPKM di Banyumas bakal terus menurun.

Apalagi, saat ini, dari tiga parameter penentuan status PPKM, dua di antaranya sudah menunjukkan kondisi level 2.

"Dari beberapa parameter sudah level 2. Hanya satu parameter yang masih level 3, yaitu jumlah pasien yang dirawat, hanya selisih 11 dari parameter level 2," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pendapatan Turun Akibat Covid, Pria di Purbalingga Nekat Bobol Toko Vape untuk Hidupi Anak Istri

Baca juga: Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkara dan Kronologi Penangkapan versi KPK

Baca juga: Vaksinasi dan PTM Digelar Bersama di Kudus: Fawwas Akhirnya Divaksin meski Sempat Takut Jarum Suntik

Baca juga: Peduli Anggota, KORPRI Cilacap Serahkan Dana Sosial Rp 20 Juta ke Ahli Waris Kasatpol PP

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved