Breaking News:

Berita Kesehatan

Antibodi Hasil Vaksin Sinovac Turun setelah Enam Bulan, Begini Penjelasan Dinkes Kota Semarang

Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Sinovac akan turun setelah enam bulan menerima dosis kedua.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Petugas medis Puskesmas Purwokerto Barat menunjukan vaksin Sinovac, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Sinovac akan turun setelah enam bulan menerima dosis kedua. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.

"Dalam jurnal, enam bulan (antibodi) turun tapi tidak usah khawatir," ujar Hakam, Minggu (29/8/2021).

Begitu antibodi turun setelah enam bulan, lanjut Hakam, akan tetap ada sel memori dalam tubuh penerima vaksin.

Sel memori ini akan meningkatkan produktivitas antibodi ketika ada virus masuk.

"Jadi, tidak hilang sama sekali," ucapnya.

Baca juga: Bandara Ahmad Yani Semarang Batalkan Penerbangan 19 Calon Penumpang, Bawa Hasil Tes Positif Covid

Baca juga: Cerita di Semarang - Biar Mau Disuntik Vaksin, Begini Cara Yayu Rayu Anaknya Penyandang Disabilitas

Baca juga: Dinkes Kota Semarang Buka Layanan Vaksinasi Khusus Difabel setiap Jumat, Gunakan Vaksin Sinopharm

Baca juga: Harga Cabai di Kota Semarang Anjlok, Tinggal Rp 15 Ribu Per Kg. Pedagang: Murahnya Terlalu

Hakam menjelaskan, hingga saat ini, memang belum ada petunjuk teknis (juknis) mengenai vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bagi masyarakat umum.

Dalam juknis, vaksinasi booster hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Hal ini karena tenaga kesehatan berhubungan langsung dengan pasien Covid-19 setiap hari.

Namun demikian, dia mengimbau masyarakat tak usah khawatir apabila vaksinasi sudah melebihi enam bulan.

Jika terpapar, antibodi tetap dapat melakukan fagusitosis terhadap virus tersebut.

"Makanya, teman-teman di luar kesehatan masih ada WFH. Tujuannya, ketika terpapar, bisa istirahat. Antibodi bisa mencaplok virus. Virus akan mati dan jumlahnya akan zero lagi," tambahnya.

Di sisi lain, Hakam juga menerangkan, jarak waktu pemberian dosis pertama dan kedua untuk vaksin Sinovac dan Moderna adalah 28 hari.

Baca juga: Raih Poin Penuh di MotoGP Inggris, Fabio Quartararo Makin Jauh Puncaki Klasemen

Baca juga: Tiga Remaja Karanglewas Banyumas Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Berawal dari Salah Dengar

Baca juga: Bandara Ahmad Yani Semarang Batalkan Penerbangan 19 Calon Penumpang, Bawa Hasil Tes Positif Covid

Baca juga: Sulitnya Vaksinasi Covid ke ODGJ di Gemuh Kendal, Petugas sampai Beri Iming-iming Uang agar Tenang

Sedangkan, Astrazeneca, 12 pekan atau tiga bulan. Sementara, Pfizer hanya 21 hari.

Hanya saja, vaksin Pfizer belum dapat masuk ke Semarang karena penyimpannya sangat rigid.

"Itu juknis jarak waktu pemberian vaksin. Kalau misal lebih dari itu, apakah vaksinnya perlu diulang? Tidak," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved