Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Jawa Tengah

PTM Digelar Pekan Depan, Bupati Kudus: Peserta Didik Dilarang Gunakan Masker Scuba

Hartopo mewajibkan setiap sekolah memiliki Satgas Covid-19 yang bertugas maksimal dalam pengawasan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meninjau simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 4 Kudus, Jumat (27/8/2021).

Dalam kesempatan itu dimanfaatkan olehnya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang berlangsung di sekolah.

Dalam tinjauan tersebut, Hartopo menyempatkan diri untuk menyapa para siswa sembari mengampanyekan protokol kesehatan.

Baca juga: Di Kudus, Pembelajaran Tatap Muka Digelar Serentak Pekan Depan

Baca juga: SD Negeri 1 Jepang Kudus Mulai Gelar Uji Coba PTM: Siswa Pakai Pakain Bebas karena Seragam Tak Muat

Baca juga: Copot Jabatan Diantoro Teguh Imanto! Karena Ini Warga Kesal Kepada Kadus III Desa Lau di Kudus

Baca juga: Kudus Sudah Turun Level Tapi Wisata Belum Juga Dibuka, Ini Penjelasan Disbudpar

Tidak hanya itu, Hartopo juga memberi rambu-rambu kepada siswa saat di rumah juga menerapkan protokol kesehatan.

Simulasi PTM yang saat ini berlangsung memang tidak menyasar seluruh sekolah.

Simulasi hanya berlangsung di SMP Negeri 4 Kudus, SMP Negeri 2 Mejobo, dan SD Negeri 1 Jepang.

Hartopo mewajibkan setiap sekolah memiliki Satgas Covid-19 yang bertugas maksimal dalam pengawasan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Seperti mengawasi setiap siswa atau siapapun yang masuk lingkungan sekolah harus mengenakan masker.

Hartopo melarang masker jenis scuba dikenakan di lingkungan sekolah.

"Dia (Satgas Covid-19 di sekolah) harus menyeleksi siapapun yang masuk sekolah harus dipastikan pakai masker dan jangan scuba," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/8/2021).

Ketika ada yang hendak memasuki lingkungan sekolah, Satgas melakukan pengecekan suhu tubuh serta menyediakan tempat cuci tangan menggunakan air mengalir lengkap dengan sabunnya.

"Dipastikan kalau screening yang masuk ke sekolah suhunya di atas 37 derajat Celcius, ada tempat untuk observasi."

"Setengah jam dicek lagi masih, ditindaklanjuti testing antigen."

"Di sekolah dipastikan jarak," tandas dia.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kudus, Dedi Triaprianto berkata, pada simulasi ini hanya 50 persen siswa yang masuk.

Meski hanya simulasi, pihaknya memastikan setiap siswa harus menaati protokol kesehatan.

"Kalau memang pekan depan ada payung hukum yang istilahnya sinyal bagi kami tatap muka, akan kami laksanakan."

"Maksimal 50 persen," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/8/2021).

Rencananya, ketika PTM di Kabupaten Kudus sudah berlangsung secara resmi dia akan membagi setiap rombongan belajar per hari hanya masuk 50 persen.

Sisanya belajar di rumah secara daring.

Hari berikutnya yang masuk sekolah 50 persen siswa yang hari sebelumnya daring.

Artinya siswa masuknya berselang-seling, sehari masuk sehari daring.

"Anak yang belajar daring di rumah setalah PTM dimulai pukul 09.30."

"PTM digelar pada pukul 07.00 hingga pukul 09.00," kata dia. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: KRI Makassar Bersandar, Angkut 200 Nakes untuk Serbuan Vaksin di Tegal dan Pekalongan

Baca juga: Penerapan Belajar Tatap Muka Terbatas di Kendal, Dico: Sehari Dibagi Tiga Shift

Baca juga: Cerita di Semarang - Biar Mau Disuntik Vaksin, Begini Cara Yayu Rayu Anaknya Penyandang Disabilitas

Baca juga: Kapolsek Sidorejo Salatiga Canangkan Gerakan Jumat Makan di Warung Tetangga, Ini Tujuannya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved