Breaking News:

Berita Nasional

Siap-siap! Pemerintah Bakal Naikkan Lagi Tarif Cukai Rokok di 2022

Pemerintah berencana menaikkan lagi tarif cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT).

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/AMIR SODIKIN
ILUSTRASI. Pekerja tengah merapikan rokok yang selesai dilinting sebelum masuk proses pengepakan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan lagi tarif cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT).

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, tarif baru itu diterapkan mulai 2022.

Menurut Nirwala, kenaikan tarif cukai rokok 2022 akan disampaikan pemerintah setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022.

Setelah disepakati, pemerintah segera memfinalisasi kenaikan tarif cukai rokok tahun depan.

"Di situlah kita baru liat, seberapa besar tarif cukai yang harus dinaikkan. Tapi, selain itu, ada juga ekstensifikasi barang kena cukai (cukai plastik). Idealnya, keluar itu dalam waktu tidak terlalu lama setelah UU APBN diketok," kata Nirwala saat Konferensi Pers, Kamis (26/8).

Baca juga: Lagi, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal. Disembunyikan di Gabus dalam Bagasi Bus

Baca juga: Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau di Purbalingga Capai Rp 7,1 Miliar, Berikut Rincian Penggunaannya

Baca juga: Pabrik Rokok di Kudus Banting Setir Produksi Rokok Murah, Bea Cukai: Daya Beli saat Pandemi Turun

Dalam konteks APBN 2022, kenaikan tarif cukai menjadi salah satu kebijakan fiskal yang bertujuan mengoptimalisasikan pendapatan negara, khususnya penerimaan cukai.

Instrumen fiskal itu juga bertujuan mengendalikan konsumsi perokok di Indonesia.

Adapun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2022, pemerintah mematok penerimaan cukai sebesar Rp 203,9 triliun.

Angka tersebut melonjak 11,84 % terhadap outlook penerimaan cukai APBN 2021 senilai Rp 182,2 triliun.

Nirwala menyampaikan, kebijakan CHT 2022 akan mempertimbangkan empat pilar utama, yakni pengendalian konsumsi, optimalisasi penerimaan negara, keberlangsungan tenaga kerja, dan peredaran rokok ilegal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved