Breaking News:

Berita Kudus

Pabrik Rokok di Kudus Banting Setir Produksi Rokok Murah, Bea Cukai: Daya Beli saat Pandemi Turun

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus ‎memprediksi, permintaan rokok golongan 2 dan 3 akan mengalami peningkatan di tahun 2021.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Kepala K‎PPBC Kudus Gatot Sugeng Wibowo ‎saat coffee morning bersama KPP Pratama dan KPPN, di kantor Bea Cukai Kudus, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus ‎memprediksi, permintaan rokok golongan 2 dan 3 akan mengalami peningkatan di tahun 2021.

Kepala K‎PPBC Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, peningkatan rokok golongan 2 dan 3 terjadi karena daya beli masyarakat rendah di tengah pandemi.

"Sehingga, masyarakat akan beralih dengan memilih ‎rokok yang murah, yakni golongan 2 dan 3," jelas dia, saat coffee morning, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Dikira Meninggal, Warga Kambangan Kudus Ternyata Masih Tidur saat Longsor Menimpanya

Baca juga: Cegah Banjir Terulang, Pemkab Kudus Berencana Bentuk Tim Pemelihara Tanggul

Baca juga: Dapat Bantuan 20 Pompa, Petani di Setrokalangan Kudus Mulai Keringkan Sawah dari Banjir

Baca juga: Baru Dapat 9000 Dosis, Vaksinasi Covid Tahap Dua di Kudus Diprioritaskan bagi TNI, Polri, dan ASN

Gatot menjelaskan, persentase permintaan rokok golongan 2 dan 3 yang semula hanya sekitar 25 persen dari total penerimaan cukai 2020, pad‎a tahun 2021, diperkirakan meningkat 10 persen menjadi 30 hingga 35 persen.

"Karena rokok golongan 2 dan 3 meningkat maka secara otomatis, penjualan golongan 1 akan menurun," ujar dia.

Menurut dia, saat ini, perusahaan rokok di Kudus yang masih bertahan memproduksi rokok golongan 1 hanya PT Djarum.

PT Nojorono yang sebelumnya memproduksi rokok golongan 1, memilih memproduksi rokok golongan 2 di tahun 2021.

"Mulai tahun ini, Nojorono memproduksi rokok golongan 2, sebelumnya golongan 1," jelas dia.

Gatot menceritakan, sebagai upaya perlindungan terhadap rokok golongan 2‎, pihaknya akan meningkatkan pemberantasan rokok ilegal.

Pasalnya, rokok ilegal merupakan pesaing di pasar karena memiliki harga yang sama-sama murah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved