Penanganan Corona

Tren Penanganan Kasus Corona Hasilnya Makin Positif, Ini Kata Kuncinya Menurut Gubernur Ganjar

Dari minggu ke minggu, angka penyebaran kasus baru di provinsi ini terus menurun, bahkan saat ini penurunan terjadi sangat drastis.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernuran, Kota Semarang, Senin (23/8/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (23/8/2021) terungkap bahwa penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil yang positif.

Dari minggu ke minggu, angka penyebaran kasus baru di provinsi ini terus menurun, bahkan saat ini penurunan terjadi sangat drastis.

Pada 22 Agustus 2021, angka kasus baru di Jateng tercatat 427.

Padahal pada pekan-pekan sebelumnya, penambahan kasus baru di Jateng bisa mencapai 3.000 perhari.

Baca juga: Vaksinasi Nakes Dosis Ketiga di Jateng Sudah Capai 31 Persen, Ganjar: Terus Dikebut

Baca juga: Pernyataan Tegas Gubernur Ganjar Pranowo: Sekolah Dilarang Gelar PTM, Boleh Sebatas Uji Coba

Baca juga: Gubernur Ganjar: Ada Tiga Saran Kelola Bila Jateng Dapat Tambahan Alokasi Vaksin

Baca juga: Ganjar Sebut Perempuan Lebih Ulet Saat Kelola Bisnis, Berikut Beberapa Faktanya

"Penambahan kasus positif di Jateng pada Minggu (22/8/2021) sebanyak 427."

"Penambahan kasus tertinggi di Purbalingga sebanyak 94 kasus, disusul Cilacap 41 kasus, dan Banyumas 35 kasus," kata Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo.

Selain penambahan kasus baru yang menurun, tren positivity rate juga mengalami penurunan.

Dari semula 21,20 persen di minggu ke-32 menjadi 18,20 persen di minggu ke-33.

Tak hanya positivity rate, angka kasus kematian atau case fatality rate di Jateng juga mengalami penurunan.

Pada minggu ke-33 lalu, kasus kematian Jateng sebanyak 6,30 persen dan saat ini menurun jadi 5,83 persen.

"Ini baru pertama kali angka kematian Jateng turun di bawah 6 persen," imbuhnya.

Dilaporkan bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Jateng juga terus menurun.

Untuk BOR ICU yang awalnya sempat mencapai lebih dari 80 persen dan terakhir pada minggu ke-32 mencapai 55,04 persen, saat ini hanya 43,40 persen.

"Sementara BOR isolasi dari minggu ke-32 sebanyak 35,16 persen, saat ini tingkat keterisiannya hanya 23,05 persen," pungkasnya.

Penyelarasan Data

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penurunan kasus di Jateng selain kondisinya sudah membaik.

Hal itu juga dikarenakan upaya penyelarasan data antara kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

Menurutnya, saat ini proses penyelarasan data itu sudah mulai beres sehingga data pusat dengan daerah sudah sama.

"Kan banyak Bupati/Wali Kota protes, pak di tempat kami sudah turun, kok datanya masih tinggi."

"Maka kami mulai bereskan datanya, dan sekarang sudah bagus," ucap Ganjar.

Data penambahan kasus saat ini lanjut Ganjar adalah data riil penambahan dari kabupaten/kota tiap harinya."

Sebelumnya, tingginya kasus Covid-19 di Jateng karena ada data yang belum dimasukkan pada hari itu juga, sehingga jumlahnya meningkat.

"Seperti minggu-minggu kemarin, kan beritanya ramai Jateng kok tinggi terus."

"Ternyata itu karena tambahan data inject."

"Dengan data riil yang kita tampilkan dan data lain disimpan ke boks dulu untuk kita masukkan ke data akumulatif, ternyata Jateng turun di ranking empat," jelasnya.

Dengan data riil yang disampaikan itu, maka Bupati/Wali Kota, lanjut Ganjar bisa lebih nyaman.

Meski begitu, ia tetap meminta agar semua tidak lengah dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

"Jangan sampai lengah dan harus tetap waspada."

"Saya minta upaya tracing dan testing juga tidak boleh kendor."

"Satu kasus positif, minimal ada 8 orang yang dites, syukur lebih."

"Sehingga kita tahu kondisi masyarakat agar penangananya jauh lebih baik," pungkasnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Sejak 3 Juli 2021, Stasiun Purwokerto Banyumas Layani Vaksinasi Covid pada 5.131 Orang

Baca juga: Kapolda Jateng Cek Vaksinasi Buruh di Purbalingga: Harus Tetap Jaga Prokes meski Sudah Divaksin

Baca juga: 7 Warga Panti Pamardi Raharjo Banjarnegara Sempat Positif Covid, Sembuh Berkat Obat Flu dan Vitamin

Baca juga: Beli Handphone Pakai Uang Palsu, Pemuda di Wonosobo Ditangkap Polisi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved