Breaking News:

Berita Banyumas

Ini Syarat Terbaru Naik Kereta Api Jarak Jauh, Calon Penumpang di Bawah 12 Tahun Masih Dibatasi

PT KAI masih membatasi perjalanan untuk calon penumpang berumur di bawah 12 tahun.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Humas Daop 5 Purwokerto
Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di Stasiun Daop 5 Purwokerto, Juli 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan syarat terbaru terkait ketentuan naik kereta api jarak jauh di tengah perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). PT KAI masih membatasi perjalanan untuk calon penumpang berumur di bawah 12 tahun.

VP Daop 5 Purwokerto Joko Widagdo mengatakan, kebijakan ini mengacu pada Surat Edarah (SE) Kemenhub No 58 Tahun 2021.

"Calon penumpang harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau RT-Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, dan menunjukkan kartu vaksin pertama tetap diberlakukan," kata Joko dalam rilis yang diterima, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Berikut Syarat Melakukan Perjalanan Menggunakan Kereta Api

Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terimbas PPKM Darurat, Begini Prosedur Pembatalan Tiketnya

Baca juga: 10 Kereta Api Jarak Jauh Kembali Dioperasikan di Daop 5 Purwokerto, Berikut Daftar dan Jadwalnya

Baca juga: PT KAI Serahkan Bantuan 6 Sapi dan 10 Kambing untuk Iduladha Warga Banyumas

Menurut Joko, calon penumpang yang tidak atau belum divaksin karena alasan medis, dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis.

Namun, bagi pelanggan di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin.

Sementara, penumpang di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau RT-Antigen.

"Pelanggan usia di bawah 12 tahun dibatasi untuk sementara," imbuhnya.

Aturan ketat juga diberlakukan bagi calon penumpang pengguna kereta api lokal.

Menurut Joko, kereta api lokal hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor esensial dan sektor kritikal.

Calon penumpang juga harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan lain yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat atau surat tugas dari pimpinan perusahaan.

"Calon penumpang tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau RT-Antigen, namun akan dilakukan pemeriksaan RT-Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun," kata dia.

Baca juga: Dapur Rumah Warga Mrebet Purbalingga Ludes Terbakar, Api Diduga Muncul dari Bara Tungku

Baca juga: Hujan Abu Landa 7 Desa/Kelurahan di Kabupaten Magelang setelah Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas

Baca juga: Ingin Tempat Wisata dan Mal di Purwokerto Buka, Bupati Banyumas Surati Mendagri

Baca juga: Catat! Dispensasi Perpanjangan SIM di Polres Karanganyar Diperpanjang hingga 19 Agustus

Joko mengatakan, aturan ini berlaku untuk keberangkatan mulai tanggal 13 Agustus 2021.

Syarat dan ketentuan perjalanan kereta api ini mengacu pada SE Satgas Penanganan Covid-19 No 17 Tahun 2021 Tanggal 11 Agustus 2021.

"Hal ini ditempuh sebagai komitmen KAI tetap memberikan layanan terbaik dalam situasi apapun dan mendukung program pemerintah dalam memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19," katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, Joko mengatakan, calon penumpang dapat menghubungi Contact Center 121 melalui telepon ke 021-121, email cs@kai.id atau sosial media @KAI121. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved