Penanganan Corona

Tren Kasus Covid-19 di Jateng Alami Penurunan, Instruksi Gubernur Ganjar: Perbanyak Call Center

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo menerangkan pada minggu ke-29, Jateng sebanyak 38,18 persen dan turun pada minggu ke-30 ini menjadi 31,15 persen.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
PJ Sekda Jateng sebut tren kasus Covid-19 di Jawa Tengah saat ini telah menunjukkan penurunan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tren kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan penurunan.

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo menerangkan, pada minggu ke-29, Jateng sebanyak 38,18 persen dan turun pada minggu ke-30 ini menjadi 31,15 persen.

"Untuk BOR juga mengalami penurunan."

"BOR ICU saat ini sebesar 70,42 persen, turun dari minggu sebelumnya yang mencapai 76,02 persen."

"BOR isolasi juga menurun, dari 66,89 persen pada minggu ke-29, turun jadi 54,67 persen di minggu ke-30 ini," ucapnya.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen di Jateng Masih Rendah, Gus Yasin: Covid Masih Dianggap Aib

Baca juga: Aksi Mahasiswa Bantu Tangani Covid-19 Terus Mengalir di Jateng, Ganjar: Jadi Contoh Daerah Lain

Baca juga: Ini Temuan Gubernur Ganjar Terkait Data Vaksinasi Covid Daerah dan Pusat yang Tak Sama

Baca juga: Gubernur Ganjar Janji Percepat Vaksinasi Covid agar Kekebalan Komunal segera Tercapai

Meski menunjukkan angka penurunan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan semua pihak harus tetap siaga dan waspada.

Ia menuturkan, jika tambahan kasus masih ribuan, maka itu belum baik.

"Saya senang dapat laporan tenda-tenda di rumah sakit sudah dibongkar."

"Hari ini tenda di rumah sakit Tugurejo sudah dibongkar."

"BOR juga sudah aman."

"Tapi saya katakan jangan lengah dan tetap disiplin tinggi agar menurunnya tajam,” kata Ganjar seusai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (2/8/2021).

"Perubahan di beberapa wilayah membaik, umpama yang di Kudus Raya membaik tetapi di Soloraya kan belum baik, Semarang juga masih on off terus,” imbuhnya.

Ganjar menambahkan, ketika PPKM Level diterapkan memang terjadi perubahan suasana.

Masyarakat merasa saat ini sudah boleh duduk, boleh jalan, dan boleh mengikuti aktivitas secara terbatas.

"Menurut saya, itu kalau tidak dikontrol akan kebablasan."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved