Breaking News:

Berita Banyumas

Pengusaha Kedai di Purwokerto Bagi-bagi Kopi Susu Gratis, Gelar Donasi bagi Warga Terdampak Covid

Sedikitnya 20 pengusaha kafe dan pelaku industri kopi di Purwokerto menggelar aksi sosial membagikan kopi susu gratis, Rabu (28/7/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Zubir Saragih
Para pengusaha kafe dan pelaku industri kopi di Purwokerto menggelar aksi sosial membagikan kopi susu gratis, di Jalan HR Boenyamin, Purwokerto, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sedikitnya 20 pengusaha kafe dan pelaku industri kopi di Purwokerto menggelar aksi sosial membagikan kopi susu gratis, Rabu (28/7/2021).

Kegiatan ini merupakan satu usaha menggalang donasi yang nantinya akan disalurkan kepada para korban dan penyintas Covid-19 di sekitar Purwokerto.

Kordinator aksi, Zubir Saragih mengatakan, kopi gratis ini dibagikan dengan sasaran pengemudi ojek online, tukang becak, petugas kepolisian di titik penyekatan, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit.

"Selain untuk rekan komunitas yang sedang menjalani isolasi mandiri, donasi yang terkumpul juga akan kami salurkan kepada masyarakat yang terdampak PPKM, misalnya tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Purwokerto," ujar Zubir yang merupakan pengelola kedai kopi Lajornada, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Pria asal Lampung Ditemukan Tewas di Hotel di Baturraden Banyumas, Polisi Temukan Sejumlah Obat

Baca juga: Pejabat dan ASN di Banyumas Urunan, Setiap Hari Bagikan 200 Dus Makanan ke Warga Terdampak PPKM

Baca juga: Oktober 2021, TPA BLE Kalibagor Banyumas Sudah Bisa Beroperasi

Baca juga: Jembatan Penghubung Dua Desa Mulai Dilanjut, Pemkab Banyumas: Akhir Tahun Ini Selesai

Aksi sosial ini, kata Zubir, berjalan sejak pekan lalu.

Ratusan gelas kopi susu yang telah dibagikan adalah hasil dari patungan para pengelola kafe dan kedai kopi di Purwokerto.

"Kami memanfaatkan stok di kedai masing-masing, seperti susu kalau tidak cepat dikeluarkan bisa basi. Paling tidak, ini bentuk kepedulian kami kepada pemerintah dan masyarakat," imbuhnya.

Zubir mengakaui, banyak pengelola kedai dan kafe yang terpaksa merumahkan karyawannya sebagai imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan pemerintah, sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu.

Kebijakan tersebut membuat para pengusaha kafe di Purwokerto, merugi karena dari pembatasan pengunjung dan jam operasional membuat omzet penjualan turun hingga 90 persen.

"Sistem take away tidak berjalan, daya beli masyarakat juga lemah, apalagi kopi kan bukan kebutuhan pokok," terangnya.

Penurunan omzet, kata Zubir, tidak terelakkan meskipun para pengusaha kafe sudah memberikan promo dan diskon selama PPKM.

Baca juga: Diadang Chia/Soh dari Malaysia, Harapan Marcus/Kevin Meraih Medali Olimpiade Tokyo Pupus

Baca juga: 85.565 Keluarga di Kendal Terima Bantuan Beras, Bupati Minta Dinsos Kawal Distribusi hingga Desa

Baca juga: Kandang Terbakar, Lima Kerbau Milik Kelompok Ternak Karya Tulada Pecangaan Jepara Tewas Terpanggang

Baca juga: Selamat! Purbalingga Dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak 2021 Tingkat Pratama

Promo yang diberikan mulai dari diskon harga hingga gratis ongkos kirim untuk pembelian pesan antar.

"Jadi, beberapa kafe di Purwokerto ada yang buka setengah hari atau bahkan memilih tutup total selama PPKM. Imbasnya apa? Karyawan pasti ada yang dirumahkan atau minimal pengurangan shif kerja," imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah dapat memberikan solusi kepada pengusaha kafe agar tetap bisa bertahan selama PPKM berjalan di Banyumas. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved