Penanganan Corona
Rembug Desa Virtual di Karanganyar, Gubernur Ganjar: Tolong Kesehatan Ibu Hamil Dikontrol
Ganjar Pranowo mengingatkan kepada para kepala desa (kades) dan bidan untuk mengontrol kesehatan ibu hamil yang ada di desanya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Meskipun saat ini sedang digencarkan berbagai program pencegahan dan penanggulangan Covid-19, namun potensi stunting adalah hal yang tidak bisa dikesampingkan.
Maka dari itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada para Kepala Desa (Kades) dan bidan untuk mengontrol kesehatan ibu hamil yang ada di desanya.
Hal itu disampaikan Ganjar seusai memimpin rapat koordinasi ‘Rembug Desa’ secara virtual dengan para kades se-Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan satgas Covid-19, Selasa (27/7/2021).
Mulanya, Ganjar bertanya soal penanganan Covid-19 pada warga yang isolasi mandiri.
Baca juga: Ganjar Bakal Hapus Foto Kalau Tidak KB, Begini Momentum Saat Ketemu Bidan Desa di Karanganyar
Baca juga: Catat! Mulai Rabu, Jalan Masuk Karanganyar via Bawah Flyover Palur Ditutup sampai 2 Agustus 2021
Baca juga: Barawal Tetangga Kena Covid, Warga Tegalasri Karanganyar Bentuk Paguyuban Donor Plasma Konvalesen
Baca juga: Warga Jalan Tumpang Semarang Ikut Ketiban Rezeki, Dapat Gilo-gilo Gratis Seusai Diborong Ganjar
“Mereka yang isolasi rata-rata masih bisa dibantu oleh mereka, ada dana desa, ada dari masyarakat itu di Jogo Tonggo."
"Di sini tuh ada Pagar Mangkok, ini yang khas Karanganyar, mereka memberikan bantuan."
"Maka insya Allah itu aman, dana desanya juga berjalan,” tegasnya.
Kemudian, Ganjar melempar pertanyaan soal kendala apa yang paling sering ditemui para Kades.
Kebanyakan, para Kades mendapat keluhan dari warga soal hajatan.
“Maka ini kita minta, ada sosialisasi kepada mereka."
"Ya boleh, umpama mau menikah ya sudah ijab kabul saja pestanya nanti."
"Ini penting untuk disampaikan kepada mereka,” kata Ganjar.
Masukan lainnya diterima Ganjar dari para bidan yakni soal kontrol pada ibu hamil.
Ganjar mengatakan hal itu juga jadi perhatiannya.
Di setiap acara Rembug Desa, dia selalu menanyakannya pada para Kades.
Jangan sampai fokus terhadap penanganan pandemi justru melupakan kontrol terhadap potensi-potensi stunting dari ibu hamil tidak terdeteksi.
“Dan rata-rata selalu ada dari sekian ibu hamil punya masalah kandungan."
"Nah ini saya minta kepada mereka untuk melakukan kontrol itu."
"Apakah biasanya masalah anemia, ada kelainan di kandungan atau masalah kesehatan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ganjar sempat mendapat laporan dari salah satu desa di perbatasan yang salah satu warganya positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit luar Kabupaten Karanganyar.
Nyawanya tak tertolong, namun jenazah tak bisa dibawa pulang karena dari kebijakan rumah sakit yang tak mau mengantar.
“Nah ternyata dari Karanganyar sudah menyiapkan BPBD, itulah kenapa tadi Dinkes saya ngelihat call center."
"Kalau call centernya bisa 24 jam maka seluruh pertanyaan masyarakat akan bisa dijawab,” katanya.
Bupati Juliyatmono yang turut mendampingi saat acara, juga sempat menjawab langsung laporan itu agar Kades bisa mengontak langsung pada dirinya.
Kesigapan ini mendapat apresiasi Ganjar dan berharap ditiru kepala daerah lainnya.
“Nah gitu lho, kalau seluruh nantinya kabupaten kota Bupatinya Walikotanya menjawab langsung maka itu akan memberikan kepastian, kepada warga yang punya masalah sehingga bisa dibantu,” tandasnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Terkumpul 188 Peti, Peti Mati Sumbangan Donatur di Banyumas Disimpan di GOR Satria Purwokerto
Baca juga: Sisir Jalan di Purwokerto, Anggota Komunitas Antilapar Bagikan Nasi Bungkus ke Warga Terdampak PPKM
Baca juga: Melaju Kencang di Padamara Purbalingga, Pengendara Honda Beat Tiba-tiba Tabrak Pohon
Baca juga: Tempat Penggilingan Padi di Kaligondang Purbalingga Ludes Terbakar, Api Diduga dari Cerobong Mesin