Penanganan Corona
'Rembug Desa' Bareng Gubernur Ganjar Pranowo, Begini Aduan dan Usulan Kades di Banyumas
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meyakini para kades punya pengalaman dan kiat khusus bagaimana mengedukasi masyarakat supaya taat prokes.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terus menggiatkan program Rembug Desa.
Program itu sengaja dibuat Ganjar sebagai ajang ngangsu kawruh (menimba ilmu) dengan para Kepala Desa (Kades) di Jateng terkait penanganan pandemi agar wilayahnya terbebas dari Covid-19.
Ia meyakini para kades punya pengalaman dan kiat khusus bagaimana mengedukasi masyarakat supaya taat protokol kesehatan.
Seperti yang dilontarkan Sunarto, seorang Kepala Desa Karangmangka, Kedungbanteng, Banyumas.
Sunarto bahkan sempat berseloroh akan mengajari Ganjar cara penanganan Covid-19 jika mau berkunjung ke Banyumas.
Baca juga: Ini 14 Titik Penyekatan di Banyumas selama Perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus
Baca juga: Curhatan Achmad Husein Soal Oksigen Ditanggapi Ganjar, Janji Tempatkan Satu Isotank di Banyumas
Baca juga: Gowes ke Sumurboto Semarang, Gubernur Ganjar Borong Dagangan PKL dan Ingatkan Prokes
Baca juga: Benarkah Serapan Dana Penanganan Covid-19 Masih Rendah di Jateng? Ini Penjelasan Ganjar
“(Desa) Karangnangka tahun 2019 uwis ndue jaga tangga, jaga warga."
"Pak Gubernur datang ke sini saja nanti tak ajari carane," katanya pada Rembug Desa bersama kades-kades Banyumas, Senin (26/7/2021).
Meski dilontarkan dengan bercanda, Ganjar mengaku benar-benar ingin berkunjung ke Karangnangka.
Sebab dirinya memang sengaja membuat Rembug Desa sebagai ajang ngangsur kawruh dengan para kades.
Ganjar yakin para kades punya pengalaman dan kiat khusus bagaimana mengedukasi masyarakat supaya taat protokol kesehatan.
"Wis ngeneng ngesuk nyong mono ben diajari karo rika ya (Sudah begini saja, besok saya ke sana biar diajari sama anda ya)."
"Pak Narto kayane cocok jadi Bupati lho," seloroh Ganjar dengan bahasa ngapak khas Banyumasan yang memecah keseruan diskusi.
Kemudian satu-persatu para kades lain menyampaikan aduan dan usulan untuk penanganan Covid-19 di Jateng.
Salah satunya Kades Sawangan, Tafsim yang mengeluhkan adanya isu tidak benar soal vaksin.
"Pada diprovokasi warganya jadi takut, ada isu divaksin akan mati, lumpuh," ungkap Tafsim.
Sedangkan Kades Penusupan, Imam Sangidun mengeluhkan perbedaan kebijakan antardesa.
Ketika dirinya sudah melarang hajatan, desa sebelahnya malah mengizinkan.
"Hajatan uwis tak larang tapi desa sebelah pasang tratak, ya lurahe diomehi dening nang kana olih nang kene ora olih (Hajatan sudah saya larang tapi desa sebelah malah memasang tenda pernikahan, ya lurahnya dimarahi warga, kok di sana boleh di sini tidak boleh)," ceritanya.
Selain itu, keluhan akan tipisnya stok vaksin juga disampaikan.
Padahal minat vaksinasi di desa-desa Banyumas cukup tinggi.
Seluruh aduan tersebut kemudian dibahas bersama antara Ganjar dan Bupati Banyumas Ahmad Hussein yang juga mengikuti acara.
Ganjar meminta ada koordinasi antara Pemkab, kades, dan kepolisian untuk menyinkronkan kebijakan.
Untuk vaksin, Pemprov Jateng telah mengajukan penambahan alokasi.
"Tenang, ini setiap minggu rata-rata 500 ribu dosis."
"Saya lagi minta tambahan di bulan Agustus, biar nanti yang kepengin segera agar bisa divaksin," ujar Ganjar.
Acara yang berlangsung satu jam itu, terpaksa diakhiri Ganjar karena harus segera mengikuti rakor dengan Menko Marves.
Sebagai gantinya, Ganjar membagikan nomor HP nya di forum chat agar para Kades bisa mengontaknya langsung.
"Rasa-rasanya ini banyak yang pengin bertanya, tak kasih nomor telponku langsung."
"Jenengan nanti WA saya langsung insyaallah saya jawab."
"Saya senang, karena rata-rata para kades ternyata betul-betul siap," tandasnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Alhamdulillah, 16 Ruas Jalan di Kota Tegal Sudah Dibuka Lagi, Berikut Data Rincinya
Baca juga: Bagaimana Jika Budidaya Mangrove di Air Tawar? Begini Hasil Eksperimen Warga Kalimendong Wonosobo
Baca juga: Berbekal Informasi dari Youtube, Warga Pekalongan Ini Sukses Budidayakan Lobster di Garasi Rumah
Baca juga: Stok Darah Makin Menipis di Kendal, PMI Jemput Bola ke Kecamatan, Tapi Masih Belum Optimal