Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Benarkah Serapan Dana Penanganan Covid-19 Masih Rendah di Jateng? Ini Penjelasan Ganjar

Serapan dana penanganan Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) disebut masih rendah yakni sebesar 0,15%.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Serapan dana penanganan Covid-19 di Jawa Tengah disebut masih rendah yakni sebesar 0,15 persen.

Merespons ramainya informasi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya memberikan penjelasan.

Ia menegaskan serapan anggaran Covid-19 di Jateng sudah mencapai 15,65 persen pada 22 Juli.

Bahkan hingga 24 Juli telah mencapai 17,28 persen.

Baca juga: PMI Jateng Pasok Oksigen ke Delapan Rumah Sakit, Berikut Data Rincinya

Baca juga: Gubernur Ganjar Berikan Pelajar Tips Atasi Kebosanan di Rumah, Ini Contohnya

Baca juga: Guru Honorer Masa Kerja 10 Tahun Lebih di Jateng Keberatan Ada Tes Kompetensi untuk Seleksi PPPK

Baca juga: Ajudan Ganjar Ngos-ngosan Cari Cokelat di Rembang, Hadiah Buat Siswi Kelas IV SD

“Ini penting untuk clearence, karena kemarin bully sudah terjadi, hoaks sudah terjadi orang bertanya, saya jelaskan."

"Ada media yg nulis, sayangnya tidak wawancara saya, maka ini banyak yang bertanya saya kasih data ini,” kata Ganjar, Sabtu (24/7/2021)

Pada amanat refocusing Pemerintah Pusat, anggaran 8 persen dari DAU Jateng sejumlah Rp 283 miliar yang terinci untuk 5 item penganggaran.

Antara lain penanganan Covid-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan, insentif tenaga kesehatan, dan belanja kesehatan lainnya.

Di Jawa Tengah total serapan anggaran sampai hari ini telah mencapai Rp 49,040.562.303 atau 17,28 persen.

Angka itu pun adalah catatan yang sudah melakukan pembayaran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved