Berita Kendal

Stok Habis, Vaksinasi Dosis Dua untuk Masyarakat Umum di Kendal Terancam Tak Tepat Waktu

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi masyarakat umum usia 12 tahun ke atas di Kendal terancam molor.

Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Ilustrasi. Petugas kesehatan sedang menyuntikkan vaksin kepada warga di Aula Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (13/7/2021). 

Karena pemerintah terus menggalakkan percepatan vaksinasi bagi masyarakat Indonesia yang kini sudah menyasar usia pelajar.

"Di beberapa daerah juga sama, kehabisan stok vaksin. Semoga segera tertangani agar vaksinasi untuk masyarakat ini terus berjalan," harap Muntoha.

BOR Membaik

Di lain sisi, keterisian ruang isolasi Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kendal mulai membaik.

Ferinando menyebutkan, saat ini, BOR di rumah sakit Kendal di angka 70 persen.

Jumlah ini turun 10-20 persen dari beberapa waktu terakhir yang sempat menyentuh angka 90 persen saat banyak pasien Covid-19 memerlukan perawatan medis.

Baca juga: Karimunjawa Jepara Masih Ditutup untuk Wisatawan, Dampak Perpanjangan PPKM Darurat

Baca juga: Cerita Pendamping Korban Kekerasan Perempuan saat Pandemi: Visum di Ruangan yang Sama Pasien Covid

Baca juga: BLT Dana Desa Bulan Juli di Kudus Mulai Disalurkan, Sasar 21.706 Keluarga

Baca juga: PSIS Semarang Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Berburu Sponsor, Junianto: Ada yang Beri Lampu Hijau

Seiring dengan itu, panjangnya daftar tunggu pasien Covid-19 di IGD RSUD Soewondo pun terpangkas.

"Di kami, total ada 277 ruang isolasi di rumah sakit. Ini di luar ruang isolasi untuk merawat pasien ibu melahirkan dan balita. 70 persennya sudah digunakan," terangnya.

Sementara, Plt Direktur RSUD dr Soewondo Kendal dr Budi Mulyono menambahkan, 123 kamar isolasi yang disediakan masih digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Namun, jumlah antrean di IGD berangsur membaik. Kini, rata-rata, hanya menyisakan 2-3 pasien dari sebelumnya mencapai 15 orang.

Budi Mulyono berharap, tren positif ini terus berlanjut hingga kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal benar-benar bisa ditekan.

"Kalau ruang isolasi di RSUD masih dipakai semua. Cuma, di IGD (antrean, Red) sudah tidak panjang lagi. Sehari dua hari sudah bisa masuk ruang perawatan karena sekarang banyak pasien yang sembuh cepat," tuturnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kendal, angka kasus Covid-19 kembali meningkat, ada 91 kasus baru dalam 2 hari terakhir menjadi 1.088 kasus.

Padahal, jumlah kasus sempat turun 358 kasus dalam 1 pekan sebelumnya.

Kasus tertinggi saat ini terjadi di Kecamatan Patebon dengan jumlah sebanyak 144 kasus dan Kecamatan Kota Kendal 132 kasus aktif.

Sementara, kasus terendah terjadi di Kecamatan Ringinarum 20 kasus dan Plantungan 22 kasus aktif. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved