Berita Semarang
Cerita Pemilik Bisnis Peti Mati di Semarang di Tengah Pandemi: Banyak Pesanan tapi Belum Dibayar
Sambil mengawasi pekerjanya, Emi menceritakan kondisi bisnis peti jenazah di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Pekerja tengah melakukan finishing peti jenazah pesanan di Jalan Menoreh Raya, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Kamis (22/7/2021).
"Biasanya, satu rumah sakit memesan 19 sampai 20 peti jenazah tapi sekarang hanya 2 sampai 4 setiap hari," katanya.
Terpisah, Nardi, pemilik tempat kerajinan peti jenazah di Jalan Bergota Krajan, Kota Semarang, membenarkan, adanya penurunan pesanan peti jenazah.
"Sekarang, pesanan turun drastis, paling 2 sampai 4 pesanan setiap hari. Kalau dulu, bisa 12 peti jenazah setiap hari," katanya.
Menyoal pembayaran pesanan peti jenazah dari rumah sakit, ia juga mengatakan, beberapa rumah sakit menerapkan sistem termin atau pembayaran bertahap.
"Memang harus modal dulu. Kalau di tempat saya, 10 hari baru dibayar, jadi selama ada order kami kirim dulu, 10 hari kemudian dibayar," tambahnya. (*)