Banjir Cilacap
Banjir Rendam 320 Rumah di Cilacap, Akses Wangon-Cilacap dan Sidareja-Cilacap Putus
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap sejak Rabu (21/7/2021) dini hari menyebabkan banjir di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap sejak Rabu (21/7/2021) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB, hingga pagi, menyebabkan banjir di dua Kecamatan, yaitu Jeruklegi dan Kawunganten.
Tak hanya menggenangi permukiman, banjir juga menutup akses jalan nasional Wangon-Cilacap dan Sidareja-Cilacap sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Kepala Seksi Pencegehaan Bencana BPBD Cilacap Gatot Arif Widodo mengatakan, ada tiga titik utama kemacetan akibat banjir.
Titik kemacetan pertama berada di Desa Cilibang, Jalan Wangon-Cilacap.
Baca juga: BNPB Keluarkan Peringatan Dini: Banyumas dan Cilacap Diminta Waspada Banjir
Baca juga: Dukung Percepatan Penanganan Covid, 13 Rumah Sakit di Cilacap Kompak Tambah 150 Tempat Tidur
Baca juga: Capaian Vaksinasi Belum Ada 10 Persen di Cilacap, Bupati Tatto: Akhir Tahun Harus Capai Target
Baca juga: Darurat Covid, Bupati Cilacap Minta RS Swasta Ikut Layani Pasien Corona. Siapkan Sanksi Jika Tak Mau
Kemudian, titik kedua, ada di ruas jalan nasional Sidareja Cilacap, tepatnya berada di pertigaan Jeruklegi, Desa Jeruklegi kulon.
Begitu pula di Kecamatan Kawunganten, masuk Desa Kalijeruk.
Di Kecamatan Jeruklegi sendiri, desa-desa yang terdampak banjir antara lain, Desa Cilibang, Jeruklegi Kulon, Jeruklegi Wetan, Desa Brebek, dan sebagian permukiman di Desa Jambusari.
Kemudian, di Kecamatan Kawunganten, yaitu di Desa Kawunganten.
Data sementara BPBD Cilacap, terdapat 200 rumah di Kecamatan Jeruklegi yang terendam banjir dengan ketinggian 20-50 cm.
Sementara, di Kecamatan Kawunganten, ada 120 rumah yang terendam banjir dengan tinggi 20-40 cm.
Banjir tersebut dipicu luapan sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Jeruklegi.
Hingga berita ini diturunkan, kendaraan masih belum bisa melalui jalan-jalan yang teredam banjir.
"Saat ini, tidak ada yang di evakuasi dan tidak ada yang mengungsi karena ketinggian air belum mengkhawatirkan, sekitar 20-40 cm," kata Arif.
Baca juga: Berbekal Informasi dari Youtube, Warga Pekalongan Ini Sukses Budidayakan Lobster di Garasi Rumah
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli, Begini Penjelasan Pemerintah
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 21 Juli 2021: Rp 983.000 Per Gram
Menurut Arif, hujan deras di wilayah hulu, yaitu Kecamatan Jatilawang-Wangon, Kabupaten Banyumas, terjadi sejak dini hari hingga sekitar pukul 05.00 WIB.
Arif pun mengimbau warga yang ingin menuju Cilacap menggunakan jalan alternatif melalui Jatilawang-Cilacap via Rawalo.
Salah satu warga Jeruklegi, Reny, mengatakan, banjir di wilayahnya terjadi akibat Sungai Jambu di sekitar ruas jalan Wangon–Cilacap meluap.
Hujan terjadi sejak Rabu dini hari hingga pukul 10.00 WIB.
"Hujannya sangat deras dan baru berhenti tadi pukul 10.00 WIB. Pas pertigaan lampu merah, di situ juga banjir," katanya. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/banjir-menggenangi-permukiman-di-jeruklegi-dan-kawunganten-cilacap-rabu-2172021.jpg)