Penanganan Corona
Varian Delta Ditemukan di Salatiga, Hasil Tes Genome Sequencing, Yuliyanto: Tidak Usah Panik
Sampel pasien Covid-19 yang ditemukan varian Delta seperti diambil di Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Cebongan, dan Puskemas Sidorejo Lor.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga, Yuliyanto meminta masyarakat di Kota Hati Beriman untuk tidak panik seiring temuan virus corona (Covid-19) jenis varian Delta.
Yuliyanto mengatakan, varian Covid-19 jenis Delta terdeteksi masuk Kota Salatiga dari hasil sampel beberapa pasien yang dilakukan pada Juni 2021.
"Pada bulan lalu di Kota Salatiga terjadi lonjakan kasus Covid-19."
"Dari hasil tes genome sequencing diketahui, ada jenis Delta terhadap beberapa pasien tersebut," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Pemkot Salatiga Siapkan 250 Liang Lahat Baru di TPU Ngemplak
Baca juga: Yuliyanto Sidak Dua Agen Tabung Oksigen, Pastikan Tidak Ada Permainan Harga di Salatiga
Baca juga: Butuh Tambahan Tempat Isolasi Terpusat, Pemkot Salatiga Manfaatkan Bekas Gedung Pabrik di Cebongan
Baca juga: Dua Warga Binaan Rutan Salatiga Positif Covid, Satu Orang Harus Dilarikan ke Rumah Sakit
Menurutnya, Satgas Covid-19 Kota Salatiga berdasarkan temuan adanya penyebaran varian Delta itu telah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar tidak semakin menyebar.
Dia menambahkan, adapun sampel pasien Covid-19 yang ditemukan varian Delta seperti diambil di Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Cebongan, dan Puskemas Sidorejo Lor.
"Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik."
"Tetapi tetap waspada dan hati-hati serta selalu mentaati protokol kesehatan."
"Tolong jangan disepelekan karena Delta ini lebih ganas," katanya.
Dia mengungkapkan, guna pencegahan dan mendukung penerapan PPKM Darurat, Pemkot Salatiga menutup sejumlah jalur masuk kota.
Kemudian, setiap seminggu sekali diwajibkan di rumah saja petugas gabungan berjaga pada setiap titik masuk kota agar mobilitas masyarakat benar-benar tidak tinggi.
"Jika hasil evaluasi program Minggu di Rumah Saja trennya positif, kami akan coba menambah hari wajib di rumah."
"Tentu ini berkaitan anggaran untuk bantuan sebagai konsekuensi larangan masih kami hitung," ujarnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.