Penanganan Corona
Rumah Warga Terpapar Corona Ditempeli Stiker: Polres Kebumen: Sekadar Penanda dan Pengingat
Tim PPKM Desa Ambalresmi bersama Polsek Ambal memasang stiker di rumah warga yang tengah menjalani isolasi mandiri, Selasa (6/7/2021).
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Ada yang beda dari pelaksanaan isolasi mandiri Covid-19 di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Tim PPKM Desa Ambalresmi bersama Polsek Ambal memasang stiker di rumah warga yang tengah menjalani isolasi mandiri, Selasa (6/7/2021).
Stiker yang ditempel di depan rumah warga itu bertuliskan "Dalam Pengawasan Isolasi Mandiri" berwarna oranye.
Tentu saja pemasangan stiker itu beralasan.
Baca juga: Bau Busuk Menusuk Hidung Selepas Pintu Dibuka, Wanita Asal Kebumen Tewas di Kamar Kos Semarang
Baca juga: Dilarang Berjualan selama PPKM Darurat, PKL di Kebumen Bakal Terima Bansos Tunai Rp 750 Ribu
Baca juga: Gubernur Ganjar Puji Kesiapan Kebumen Terapkan PPKM Darurat: Ada Call Center 24 Jam setiap Hari
Baca juga: Diketuai Frans Haidar, Berikut Tugas Pokok Tim Supervisi Bentukan Pemkab Kebumen
Dengan penanda itu, warga sekitar dan pemilik rumah diharapkan lebih peduli untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memperketat protokol kesehatan.
Tanggal isolasi juga dicantumkan sebagai pengingat bagi pemilik rumah.
Sehingga mereka menjaga lingkungan sekitar dengan tidak pergi ke mana-mana selama masa isolasi belum berakhir.
Masyarakat pun diharap tidak lantas memberikan label negatif kepada pemilik rumah yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman mengatakan, warga yang sedang menjalani isolasi mandiri baiknya diberikan semangat, bukan malah dikucilkan.
Meski demikian, masyarakat tetap harus jaga jarak dengan mereka yang terpapar karena Covid-19 adalah penyakit menular.
"Jika ditandai dengan stiker, malah bagus."
"Warga yang melihat bisa ikut peduli."
"Harapannya seperti itu," jelas Iptu Tugiman kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (6/7/2021).
Setelah melihat stiker dan mengetahui status kesehatan pemilik rumah, kepedulian tetangga atau warga setempat diharapkan bisa tumbuh.
Mereka bisa mengirimkan makanan atau kebutuhan lainnya untuk warga yang terhambat aktivitasnya karena sakit.
Jika ada kerabat atau teman ingin bertamu ke rumah berstiker itu pun diharapkan bisa lebih waspada.
Dengan diketahui umum, termasuk tanggal masa isolasi, warga sekitar bisa ikut mengontrol pergerakan penghuni rumah.
Jika pemilik rumah bersikeras ingin keluar rumah, padahal waktu isolasi mandiri belum selesai, warga sekitar bisa melapor ke petugas PPKM agar segera melakukan tindakan. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Tiga Ambulans Kecelakaan di Kudus, Diduga Dipicu Sopir Ugal-ugalan. Begini Faktanya
Baca juga: Percepatan Vaksinasi Terhambat di Kudus, Bupati Hartopo: Kami Masih Tunggu Kiriman Lagi
Baca juga: BPBD Kota Semarang Sediakan Klorin Gratis bagi Warga untuk Penyemprotan Disinfekntan Mandiri
Baca juga: Bersepeda, Ganjar Temukan Mayoritas Warung Belum Patuhi Aturan PPKM Darurat di Semarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/stiker-rumah-isoman-kebumen.jpg)