Breaking News:

Penanganan Corona

FOKUS - Meniru Deddy Corbuzier

Menurut dr Tirta, kebijakan PSBB, PPKM, hingga lockdown tidak akan berpengaruh terhadap apapun ketika tidak diimbangi dengan pola 3T.

Editor: deni setiawan
youtube.com
DOKUMENTASI - Deddy Corbuzier. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - PRESIDEN Joko Widodo memberlakukan PPKM Darurat mulai Kamis (1/7) sebagai cara mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini semakin menggila.

Rencana tersebut telah dipertegas Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito.

Sebagai contoh beberapa revisi terhadap Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021.

Dimana secara umum, kebijakan yang akan diterapkan jauh semakin ketat dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Layanan Kesehatan di Puskesmas Purwokerto Timur I di Banyumas Dialihkan, 32 Pegawainya Positif Covid

Baca juga: Pura-pura Pinjam untuk Ambil Barang, Pria Kembaran Banyumas Ini Gondol Motor Warga Purbalingga

Baca juga: Hoaks! 406 Pasien Covid-19 Sedang Dirawat, Banjarnegara Peringkat 4 Kasus Tertinggi di Jateng

Baca juga: Temanggung Krisis Oksigen, Tetty Sebut Rumah Sakit Belum Berani Tambah Ruang Isolasi

Pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi hingga pukul 17.00.

Restoran dibatasi buka hingga pukul 20.00 dan tidak melayani makan di tempat.

Di daerah zona merah serta oranye, perkantoran wajib menerapkan WFH bagi 75 persen karyawan dan hanya 25 persen WFO.

Pertanyaannya, apakah ketika itu diterapkan bakal lebih efektif?

Sedikit mengubah mungkin, tetapi tidak menjadi solusi paling tepat.

Tengoklah pernyataan Tirta Mandira Hudhi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved