Berita Banjarnegara Hari Ini
Belajar dari Riswati, Dokter RSI Banjarnegara: Kaum Hawa Jangan Sepelekan Kista, Fatal Akibatnya
Dokter RSI Banjarnegara menyarankan agar kaum hawa tak menyepelekan nyeri di bawah perut. Begini akibatnya kalau disepelekan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kista seberat 12 kilogram berhasil diangkat dari tubuh Riswati, warga Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.
Penyakit perempuan itu dikeluarkan melalui operasi di RSI Banjarnegara, beberapa waktu lalu.
Wanita itu ternyata sudah menahan sakit selama belasan tahun.
Kistanya terus membesar, namun dia bingung untuk memeriksakannya karena kendala biaya.
Kista bisa menyerang siapapun, khususnya kaum hawa.
Baca juga: PPDB Online SMA Masih Meninggalkan Masalah di Banjarnegara, Pupus Harapan Karena Terkendala Zonasi
Baca juga: Semoga Ada Dermawan Buat Jirno, Difabel Asal Banjarnegara Ini Butuh Biaya Tambahan Modifikasi Motor
Baca juga: Vaksinasi Massal di Banjarnegara Diikuti 4.000 Orang, Ini Kata Kepala Dinkes
Baca juga: Pemkab Banjarnegara Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana, Total Rp 399 Juta
dr Yosiana Wijaya adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSI Banjarnegara menyarankan agar kaum hawa tak menyepelekan nyeri di bawah perut.
Bisa saja, itu merupakan awal terjadinya kista.
"Gejala awalnya biasanya benjolan dan nyeri di perut bagian bawah, bisa diraba kok cara ceknya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (26/6/2021).
Jika ada indikasi seperti itu, dia meminta warga agar tak ragu untuk memeriksakan ke dokter kandungan.
Jangan sampai penyakit itu dibiarkan hingga semakin parah.
Benjolan atau daging kista sebesar apapun, lanjut Yosiana, harus diwaspadai.
Biasanya kista akan terasa nyeri jika rahim ukurannya sudah 9 sentimeter ke atas, normal ukurannya sekira 7 sentimeter.
"Lokasinya ada di atas tulang kemaluan."
"Seharusnya di situ kalau normal tidak ada benjolan apapun."
"Rahim itu ada di bawah, jika membesar seharusnya bisa dirasakan," kata dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi ini.
Kista, menurut dia, banyak penyebabnya secara fisiologi.
Tetapi secara singkat dia menyebut, kista ada di dinding sel telur, atau kelainan pada dinding sel telur.
Pada penderita kista, umumnya tidak ada keluhan haid, kecuali jenis kista coklat.
Pada kasus kista coklat, haidnya terasa nyeri.
Sedangkan jenis kista pada umumnya, siklus haid biasa, tidak tambah lama, haidnya tidak panjang, jumlah darahnya juga biasa.
Berbeda dengan myom (tumor di rahim) yang haidnya tidak teratur, lama, banyak bahkan bisa menggumpal.
"Kista paling nyeri."
"Bahkan nyerinya bisa ke punggung kanan atau kiri tergantung lokasi kistannya," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Kamar Pasien Covid-19 di Cuma Tersisa 7 Persen, RSDC di Baturraden Banyumas Diaktifkan Hari Ini
Baca juga: BNNK Banyumas Bikin Film Pendek, Sudah Bisa Ditonton di Youtube, Judulnya Kulika di Balik Kandang
Baca juga: Kami Kira Apatis, Ternyata Antusiasnya Tinggi: Bupati Cek Vaksinasi Massal di GOR Satria Purwokerto
Baca juga: Kereta Baturraden Ekspress Relasi Purwokerto-Bandung Resmi Meluncur, Harga Tiket Mulai Rp 130 Ribu