Penanganan Corona

Tempat Tidur Pasien Covid di Kota Semarang Tinggal 10%, Dinkes Imbau OTG Isolasi Mandiri di Rumah

Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Semarang berimbas pada tingginya okupansi rumah sakit rujukan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, saat ditemui di Semarang, Jumat (25/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Semarang berimbas pada tingginya okupansi rumah sakit rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, tingkat okupansi tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah lebih dari 90 persen.

Pemerintah Kota Semarang pun telah membuka beberapa tempat isolasi terpusat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terpapar Covid-19. Bahkan, saat ini, beberapa rumah sakit juga mendirikan tenda karantina.

"Iya (beberapa RS dirikan tenda karantina -red), tapi harapannya tidak dipakai. Saya sama Pak Wali (wali kota, Red) juga baru saja membuka Miracle Healing Center (MHC) di POJ Marina. Mudah-mudahan, per hari ini, bisa memberi layanan orang-orang yang karantina," papar Hakam, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: RSUD Tugurejo Semarang Terpaksa Mulai Dirikan Tenda Darurat, Ganjar: Jadi Gambaran Kondisi Saat Ini

Baca juga: Sehari Bisa 20 Liang Lahat Disiapkan di TPU Jatisari, Angka Kematian Meningkat di Semarang

Baca juga: Begal Payudara Kembali Teror Semarang, Dua Perempuan Jadi Korban, Ciri Pelaku Masih Sama

Baca juga: Banyak Pasien Bergejala, Dinkes Curiga Virus Covid Varian Baru Telah Masuk Kota Semarang

Hakam menyebutkan, saat ini, jumlah tempat isolasi yang tersedia di ibu kota Jawa Tengah ini ada 2.400 tempat tidur yang tersebar di sejumlah rumah sakit dan beberapa tempat karantina terpusat.

"Keterisian 85 persen. Kalau di RS saja keterisian lebih dari 90 persen. Kalau yang di karantina-karantina terpusat setiap hari kan banyak yang pulang," ujarnya.

Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Jumat (25/6/2021) pukul 13.00, Covid-19 aktif sejumlah 2.052 pasien. Sebanyak 1.430 pasien merupakan warga Semarang dan 622 sisanya warga luar kota.

Hakam menyampaikan, Dinkes memprioritaskan pasien yang masuk tempat karantina adalah pasien bergejala.

Sedangkan warga yang terkonfirmasi positif namun tidak bergejala, dia menyarankan mereka melakukan isolasi mandiri di rumah mengingat cukup banyak pasien bergejala yang membutuhkan pertolongan.

Pihaknya telah mengusulkan agar Program Jaga Tangga kembali digalakkan.

Di masing-masing RT, perlu ada tempat isolasi dan lumbung pangan.

Baca juga: Tarif Tol Semarang-Solo Naik 27 Juni, DPRD Jateng: Batalkan, Sampai Kondisi Lebih Baik!

Baca juga: Seluruh Gedung di Unsoed Purwokerto Disemprot Disinfektan, Buntut 20 Warga Kampus Positif Covid

Baca juga: Kios Pasar Desa Jati Kulon Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid, Bupati Kudus: Tempatnya Bagus

Baca juga: Jangan Kehabisan! Polresta Banyumas Buka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Gratis, Tersedia 2.700 Dosis

Tempat isolasi disediakan untuk warga yang terpapar, sedangkan lumbung pangan untuk membantu warga yang melakukan isolasi mandiri.

Dengan adanya tempat isolasi di setiap RT, menurutnya, akan mempermudah monitoring petugas kesehatan terhadap warga yang terpapar.

"Kami tinggal cek, tidak door to door. Ngasih obat enak, monitoring enak. Kami bisa tahu pasien mana yang harus masuk rumdin atau karantina tempat lain. Kalau ini jalan, enak," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved