Breaking News:

Teror Virus Corona

Banyak Pasien Bergejala, Dinkes Curiga Virus Covid Varian Baru Telah Masuk Kota Semarang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memprediksi, Covid-19 varian baru telah masuk ke Kota Lumpia.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinkes Kota Semarang Moh Abdul Hakam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang curiga virus Covid-19 varian baru telah masuk ke Kota Lumpia. Kecurigaan ini muncul berdasarkan pantauan banyaknya pasien Covid-19 bergejala di tempat isolasi terpusat di rumah dinas wali kota.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, dalam satu hingga dua pekan terakhir ini, cukup banyak pasien bergejala datang ke tempat isolasi rumah dinas wali kota.

Meskipun gejala yang dialami pasien tergolong gejala ringan namun jumlahnya cukup banyak jika dibanding beberapa bulan lalu.

"Kemarin-kemarin, banyak yang orang tanpa gejala (OTG) tapi sekarang justru banyak yang bergejala, walaupun ringan," papar Hakam, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Cerita Duka Petugas TPU Jatisari Semarang: Pernah Sehari Memakamkan 17 Jenazah

Baca juga: Berselang Cuma Dua Hari Seusai Diresmikan, Keterisian di RSDC Kedungmundu Semarang Sudah 30 Persen

Baca juga: Kasus Covid Belum Terkendali, Rencana Sekolah Tatap Muka di Kota Semarang Jadi Tak Pasti

Baca juga: Pemkot Semarang Izinkan Warga Berumur 18-49 Daftar Vaksinasi Covid, Syaratnya Tinggal di Zona Oranye

Menurut Hakam, banyaknya pasien yang bergejala tidak menutup kemungkinan karena adanya varian baru Covid-19. Namun demikian, dia belum dapat menyimpulkan hal tersebut.

Pihaknya masih menunggu hasil proses whole genum sequencing (WGS) yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM). WGS merupakan upaya memetakan varian Covid-19.

"Masih ada mungkin (varian baru). Setiap hari, virus berkembang luar biasa. Tapi, kami belum tahu, WGS kami belum jadi. Kami minta jadi prioritas. Mudah-mudahan ketahuan varian apa yang ada di Semarang," ujarnya.

Hakam melanjutkan, Dinkes Kota Semarang sendiri telah mengirim sekitar 10 hingga 20 sampel kepada UGM. Sampel yang dikirimkan merupakan sampel yang memiliki indikasi munculnya varian baru Covid-19.

Pihaknya mengirim di antaranya sampel pasien yang memiliki CT rendah, sampel pasien dengan komorbid, dan sampel pasien yang sudah dilakukan vaksin namun masih terpapar.

Melihat cukup banyak sampel yang masuk ke UGM, dia memperkirakan, hasil WGS sekitar dua hingga tiga bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved