Selasa, 19 Mei 2026

Penanganan Corona

Sering Terjadi Pelanggaran Prokes, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Awasi Pasar Hingga Restoran

Akibat adanya mobilitas seringkali memicu kerumunan dimana disinyalir menjadi awal penularan Covid-19.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat program Jogo Tonggo di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh Bupati/Wali Kota memantau secara khusus tempat-tempat keramaian seperti pasar, mal, hingga restoran. 

Sebab seringkali, tempat-tempat tersebut menimbulkan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan.

Hal itu disampaikannya saat mengecek penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang, Selasa (22/6/2021).

Kabupaten Semarang saat ini menjadi satu daerah zona merah di Jawa Tengah.

Baca juga: Pemkot Semarang Izinkan Warga Berumur 18-49 Daftar Vaksinasi Covid, Syaratnya Tinggal di Zona Oranye

Baca juga: Cahyo Adhi Widodo, Anggota Dewan Termuda Kota Semarang, Kelahiran 1994 Ini Gantikan Wisnu Pudjonggo

Baca juga: Berkonsep Green Building, Kampus II Unika Soegijapranata di BSB City Semarang Diresmikan

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Melonjak, Pemkot Batasi Tempat Usaha Hanya Sampai Pukul 20.00 WIB

"Tolong pasar didampingi, diatur secara baik."

"Kafe-kafe, restoran, dan tempat-tempat makan tolong dicek."

"Jangan ada orang makan berhadap-hadapan, harus nyamping dan berjarak," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/6/2021). 

Ganjar meminta Satpol PP dan Disperindag didampingi TNI/Polri terus keliling melakukan operasi.

Kalau menemukan adanya pelanggaran prokes di tempat-tempat itu, petugas diharapkan mengambil tindakan tegas.

Dia juga meminta masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah.

Kalau tidak penting, masyarakat diminta untuk tetap di rumah.

Karena lanjutnya, akibat adanya mobilitas seringkali memicu kerumunan dimana disinyalir menjadi awal penularan Covid-19.

"Kalau tidak mau, tutup."

"Atau kalau tidak bisa take away."

"Sebenarnya take away itu yang paling bagus."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved