Breaking News:

Penanganan Corona

Pemkot Semarang Izinkan Warga Berumur 18-49 Daftar Vaksinasi Covid, Syaratnya Tinggal di Zona Oranye

Pemerintah Kota Semarang membuka pendaftaran layanan vaksinasi bagi masyarakat umum berumur 18-49 tahun yang tinggal di daerah rawan Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI. Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang memberikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan Kota Semarang, di lantai 10 gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jumat (15/1/21). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang membuka pendaftaran layanan vaksinasi bagi masyarakat umum berumur 18-49 tahun yang tinggal di daerah rawan atau masuk kategori penyebaran kasus Covid-19 tergolong tinggi.

"Untuk masyarakat umum belum dibuka, kami prioritas yang usia di atas 50 tahun. Tapi, beberapa daerah yang rawan, kecamatan, kelurahan, atau RW yang warganya banyak kena Covid-19, boleh. Bahasanya, ini untuk zona oranye," papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (22/6/2021).

Wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut menyampaikan, Kota Semarang baru saja mendapat tambahan vaksin sebanyak 100 ribu dosis atau setara untuk 50 ribu sasaran.

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Melonjak, Pemkot Batasi Tempat Usaha Hanya Sampai Pukul 20.00 WIB

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tutup Paksa Swalayan Ramai, Ada Karyawan Positif Covid Tetap Masuk Kerja

Baca juga: Berkonsep Green Building, Kampus II Unika Soegijapranata di BSB City Semarang Diresmikan

Baca juga: Cahyo Adhi Widodo, Anggota Dewan Termuda Kota Semarang, Kelahiran 1994 Ini Gantikan Wisnu Pudjonggo

Diakuinya, jumlah itu masih belum mencukupi untuk membentuk herd imunity di ibu kota Jawa Tengah, atau 70 persen dari jumlah penduduk.

Hingga saat ini, warga yang sudah disuntik vaksin dosis dua baru mencapai sekitar 300 ribu orang. Padahal, jumlah penduduk Kota Semarang mencapai 1,7 juta jiwa.

"Kalau 70 persennya, berarti sekitar 1,1 juta warga yang jadi target vaksinasi supaya jadi herd imunity," ujarnya.

Pihaknya sangat memerlukan tambahan vaksin secara cepat. Dari sisi fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes), Kota Semarang sebenarnya mampu memvaksin 3.000 warga per hari.

Senada dengan wali kota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, kecamatan yang memiliki kasus Covid-19 tinggi akan masuk prioritas vaksinasi.

Berdasarkan data Dinkes, hingga Senin (21/6/2021), ada beberapa kecamatan yang memiliki kasus di atas 100 orang. Kecamatan tersebut yakni, Pedurungan 200 kasus, Tembalang 193 kasus, Banyumanik 129 kasus, Semarang Barat 129 kasus, dan Ngaliyan 129 kasus.

Adapun alur pendaftaran vaksinasi bagi masyarakat umum daerah rentan telah diinformasikan oleh Dinas Kesehatan.

Baca juga: Kapasitas Tempat Tidur Covid Tinggal 29%, Pemkab Banyumas Siapkan Hotel Rosenda sebagai RS Darurat

Baca juga: Kandang Ayam Dua Lantai di Kembaran Banyumas Terbakar, Polisi Masih Selidiki Asal Api

Baca juga: Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi, Alami Hipotermia dalam Perjalanan Turun ke Pos Cemoro Kandang

Baca juga: Antrean Permintaan Plasma Konvalesen di PMI Solo Tembus 129 Orang, Melonjak Sepekan Terakhir

Pendaftaran dilakukan melaluilaman victori.semarangkota.go.id dengan memilih menu pendaftaran umum daerah rentan dan mengisi data diri.

Jadwal vaksinasi akan dikirim melalui WA blast Dinkes atau dapat dipantau di smg.city/statusvaksin.

Saat ini, Dinkes juga terus menggenjot vaksinasi bagi lansia, pralansia, dan petugas publik.

Beberapa sentra vaksinasi disiapkan untuk melakukan percepatan, yakni sentra vaksinasi UIN Walisongo dan sentra vaksinasi Kecamatan Pedurungan.

"Lewat sentra vakainasi yang sudah dibuka, semua petugas publik kami harapkan banyak yang bisa vaksinasi," papar Hakam. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved