Breaking News:

Berita Solo

Antrean Permintaan Plasma Konvalesen di PMI Solo Tembus 129 Orang, Melonjak Sepekan Terakhir

Antrean plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mencapai 129 antrean, Senin (21/6/2021).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PMI Solo
Ilustrasi. Penyintas Covid-19 tengah berdonor plasma konvalesen di PMI Solo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Antrean plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mencapai 129 antrean, Senin (21/6/2021). Untuk menarik minat penyintas berdonor plasma, PMI menyiapkan voucher belanja Rp 100 ribu sebagai apresiasi.

Sekretaris PMI Solo Sumartono mengatakan, lonjakan antrean terjadi karena meningkatnya kasus Covid-19.

Padalah, pekan sebelumnya, Senin (14/6/2021), antrean masih di angka 54 antrean.

Selain dari Solo, Martono, sapaannya, mengatakan, pengantre plasma datang dari daerah lain, semisal Semarang, Kudus, bahkan Surabaya.

"Permintaan dari pasien dalam kota sendiri bahkan sudah mencapai lebih dari 50 persen," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Aduh! Anak-anak di Kota Solo Ikut Terpapar Covid, Jumlahnya Tembus 10 Persen Total Kasus

Baca juga: 25 Dosen dan Pegawai UNS Solo Positif Covid, Kegiatan di Kampus Dibatasi Mulai 18-25 Juni

Baca juga: PKL di Solo Dapat Jatah Vaksin Covid-19, Hanya Berlaku bagi PKL di 14 Selter

Baca juga: Lima Pedagang Asal Jepara Positif Covid, Diswab Antigen saat Kirim Barang di Pasar Ciinderamata Solo

Menurutnya, permintaan yang tinggi tidak didukung penambahan jumlah pendonor plasma.

Bahkan, lanjut dia, dalam sepekan terakhir, rata-rata pendonor plasma konvalesen hanya berjumlah di bawah 10 penyintas.

"Hari ini (Senin, red), yang donor baru empat orang, bahkan kemarin cuma tiga orang. Kami cukup kesulitan karena tidak memiliki data para penyintas," ungkapnya.

Martono menambahkan, pihaknya sudah meminta bantuan kepada rumah sakit yang ada di Solo untuk memotivasi para pasien Covid-19 yang sembuh agar bersedia melakukan donor plasma.

"Kami juga berusaha meminta bantuan dari organisasi Siaga Bencana Berbasis Masyarkat (SIBAT) dan Ibu-ibu PKK untuk membantu mencarikan pendonor. Kami juga telah sediakan apresiasi bagi pendonor plasma berupa voucher belanja Rp 100 ribu," ujarnya. (*)

Baca juga: Jual Psikotropika, Dua Pemuda asal Purbalingga Dibekuk Polisi. Terancam Hukuman Maksimal 10 Tahun

Baca juga: KABAR DUKA: Vocalis Steven & Coconut Treez Tutup Usia, Sempat Dirawat 4 Hari di RS Akibat Covid

Baca juga: Kasus Covid di Kebumen Melonjak, Sehari Ada Penambahan 80 Kasus

Baca juga: Banyak Tenaga Kesehatan di Jepara Terpapar Covid, Pemkab Buka Lowongan Nakes. Butuh 80-100 Orang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved